Berita Jakarta

Penjelasan Polisi Bagi yang Melakukan Stut Motor Tidak Dikenakan Denda Tilang, Ini Alasannya

Pengendara sepeda motor yang melakukan stut motor bakal dikenakan denda tilang sebesar Rp 250.000.

Anggiafriansyah.wordpress.com
Stut motor mogok yang dilakukan pengendara di jalan kini bisa kena tilang Rp 250.000 

Polda Metro Pastikan Tak Bakal Menilang Pengendara yang Melakukan Stut Sepeda Motor

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Beredar informasi di sosial media terkait pengendara sepeda motor yang melakukan stut kepada kendaraan yang mogok dikenakan sanksi tilang.

Pengendara sepeda motor yang melakukan stut motor bakal dikenakan denda tilang sebesar Rp 250.000.

Menanggapi hal itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan tak akan menilang atau memberi sanksi kepada pengendara yang stut sepeda motor.

"Tidak ada mas, stut motor terjadi karena ada motor yang mogok atau habis bensin," katanya Senin (11/7/2022).

Dalam hal itu, pengendaraan sepeda motor tengah membantu kendaraan lain yang kesulitan dan butuh bantuan.

Baca juga: Cita Pasrah Mobil Diderek Petugas Dishub dan Kena Tilang Karena Parkir Liar di Kawasan Senopati

Baca juga: Ditlantas Polda Metro Tilang dan Tegur 38.738 Pengendara selama Operasi Patuh Jaya

Seharusnya anggota Ditlantas Polda Metro Jaya membantu kendaraan tersebut bukan menilang penyetut sepeda motor.

"Jadi Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menilang yang stut motor, malah sebaliknya harus ditolong," tegas Sambodo.

Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat saling menolong apabila melihat kendaraan lain yang mogok.

Aparat kepolisian merupakan pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang mengalami kesulitan.

"Jadi tidak akan kami tilang, saya pastikan," ujar jenderal bintang satu.

Pasal 105 UU LLAJ mewajibkan setiap orang yang menggunakan jalan untuk berlaku tertib dan atau mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan, dan keselamatan lalu lintas. 

Pasal 106 ayat 4 UU LLAJ juga menuliskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan, antara lain tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain. 

Selain itu, pada Pasal 311 ayat 1 UU LLAJ juga disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta. 

"Dengan demikian bahwa sepeda motor yang diperuntukkan untuk menarik atau mendorong sepeda motor merupakan pelanggaran lalu lintas yang dapat dikenakan sanksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 6, dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000," kata Budiyanto.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved