Berita Video
VIDEO: Terbongkar, Sudah 85 Tahun NU Bantu Palestina
Nahdlatul Ulama (NU) ternyata sudah hampir 85 tahun berdiri di samping Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemanusiaan.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) ternyata sudah hampir 85 tahun berdiri di samping Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kemanusiaan.
Meski jarang disorot, NU ternyata aktif dalam bantuan kemanusiaan Palestina.
Bantuan itu digalangkan dan disalurkan lewat organisasi nirlaba yang dikelola NU yakni Lazisnu.
Bahkan, dari salah satu website Lazisnu, NU membuka bantuan donasi untuk warga Palestina.
Donasi bantuan itu sudah dibuka sejak 16 Mei 2021 lalu dengan tema Peduli Palestina di website https://nucare.id/program/pedulipalestina
Target bantuan yang dicapai bahkan hingga Rp10 Miliar sampai tahun 2023 mendatang.
Tercatat, saat ini dana yang dikumpulkan sudah Rp815 juta yang diberikan oleh 793 donatur.
Baca juga: NU Targetkan Kumpulkan Rp 10 M untuk Beri Bantuan Kemanusiaan kepada Warga Palestina pada 2023 Nanti
Pembukaan donasi tersebut dibuka usai aparat kepolisian Israel menyerang warga sipil Palestina, yang teradi pada malam 27 Ramadhan 1442 H di Masjid Al-Aqsa, Jumat 7 Mei 2021.
Pada peristiwa tersebut, aparat kepolisian Israel dilaporkan membubarkan dan menyerang jama’ah Masjid Al-Aqsa dengan menggunakan granat kejut dan bom gas, ketika jama’ah tengah menunaikan sholat Isya dan Tarawih
Penyerangan tersebut mengakibatkan ratusan warga Palestina luka-luka, dan melukai kemanusiaan bangsa Indonesia, yang sudah lama mendukung kedaulatan dan kemerdekaan penuh untuk bangsa Palestina (Filistin).
Baca juga: Terbongkar, Sudah 85 Tahun NU Terlibat Bantuan Palestina, Kini Target Rp10 Miliar
Selama satu tahun donasi dibuka, sejumlah bantuan sudah diberikan untuk warga Palestina.
Adapun bantuan yang didistribusikan melalui AWC yaitu kebutuhan keluarga (family kit) untuk para penyintas di wilayah Gaza dan juga Yerusalem.
Ternyata NU sudah terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Palestina hampir 85 tahun lamanya.
Dari website tersebut dijelaskan sejak tahun 1937, NU berjuang untuk kemerdekaan bangsa Filistin, pascapendudukan Israel—tepatnya dua dekade setelah terjadi Deklarasi Balfour pada tahun 1918.
Baca juga: Muslimat NU Dukung Pemberian Cuti 6 Bulan Bagi Ibu Melahirkan, Negara Maju Sudah Terapkan
Pada Muktamar ke-13 NU di Menes, Banten di tahun 1938, NU kembali menegaskan dukungan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sebagai sebuah bangsa yang merdeka.
Bahkan, saat itu, NU menginstruksikan seluruh Nahdliyin untuk mengumpulkan sumbangan dana bagi yatim dan janda duafa di Palestina.
Surat instruksi itu dimuat di Berita Nahdlatoel Oelama No.1 Tahun ke-8, Edisi 8 Ramadhan 1357 H atau 1 November 1938.
Baca juga: Jelang Iduladha, Kemendagri Minta Semua Pihak Terlibat Atasi Wabah PMK pada Hewan Ternak
Direktur Eksekutif PP NU Care-LAZISNU, Abdur Rouf mengatakan titipan donasi kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk Palestina disalurkan melalui Women Center Althoury (AWC) Silwan.
AWC ialah satu yayasan perempuan yang membantu para penyintas atau korban konflik di Palestina.
Abdur menyakinkan bahwa bantuan sampai ke warga terdampak. NU juga menargetkan 20 miliar rupiah donasi untuk Palestina.
Baca juga: Jadi Syarat Naik Pesawat, Bandara Soekarno Buka Pos Sentra Vaksin Booster di 3 Terminal
Selain Nahdlatul Ulama, organisasi Islam lainnya Muhammadiyah juga ternyata kerap membuka donasi untuk kemanusiaan Palestina.
Menjelang Idul Adha ini, Muhammadiyah menggalang donasi kurban untuk Palestina.
Lama donasi itu bisa diakses di https://lazismu.org/qurbanmuuntukpalestina
Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Sebut Peringatan Hari Keluarga Nasional Sebagai Momentum Perkokoh Hakikat Keluarga
Diketahui belakangan ini ramai dibicarakan organisasi nirlaba yang diduga menyelewengkan donasi untuk umat.
Organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) diduga telah menyelewengkan dana umat.
Bahkan, Densus 88 Polri mengaku telah menyelidiki temuan PPATK yang menyebut bahwa dana sumbangan ACT mengalir ke organisasi teroris.
Baca juga: Pakai Keppres, Hukuman Mati Bisa Diubah Jadi Penjara Seumur Hidup Bila Berbuat Baik Selama 10 Tahun
Dikutip dari Tribunnews.com Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menyatakan bahwa pihaknya masih tengah mendalami temuan PPATK tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kasus ini pun masih dalam proses penyelidikan penyidik Densus 88.
"Terima kasih infonya. Permasalahan ini masih dalam penyelidikan Densus 88," kata Aswin saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).