PPDB

Orangtua Dibuat Bingung Zonasi PPDB Bekasi Calon Siswa Sekolah Jaraknya Sampai Luar Negeri

Kasus SDN Jatirahayu II, tercatat 71 anak atau calon siswa yang tercatat jarak ke sekolah mencapai 9 juta meter.

PPDB Kota Bekasi
Jadwal pelaksanaan PPDB Kota Bekasi tahun ajaran 2022/2023 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di Kota Bekasi jenjang masuk Sekolah Dasar (SD) bermasalah, jarak siswa ke sekolah pun terdata hingga jutaan meter.

Berdasarkan pantauan Tribunbekasi.com melalui website PPDB Online Kota Bekasi di ppdb.bekasikota.go.id, hasil seleksi sementara, salah satunya di SDN Jatirahayu II, tercatat 71 anak atau calon siswa yang tercatat jarak ke sekolah mencapai 9 juta meter.

Jika merujuk pada data tersebut, berdasarkan sistem zonasi artinya jarak siswa ke sekolah sangat tidak logis.

Jika diukur 9 juta meter tersebut, jika siswa berada di Bekasi maka sekolah yang dituju berada di luar negeri, bukan lagi di Indonesia.

Meskipun data tersebut masuk dalam hasil seleksi sementara, namun jika data tersebut digunakan artinya 71 siswa yang terdata di sistem tersebut, tidak akan bisa masuk dalam zonasi PPDB online Kota Bekasi.

Baca juga: Berikut Jadwal Pendaftaran PPDB Tingkat SMP di Kota Tangerang yang Dimulai Besok, Senin (27/6/2022)

Sementara itu, kasus tersebut tidak hanya menyasar ke siswa dari TK yang ingin mendaftarkan ke SD Jatirahayu II saja.

Namun juga terjadi dibeberapa SD tujuan lain di Kota Bekasi, jaraknya pun diantara 1 juta meter hingga belasan juta meter.

Data-data siswa yang masuk dalam seleksi sementara zonasi PPDB online Kota Bekasi jenjang masuk SD yang terdata memiliki jarak jutaan meter, Rabu (6/7/2022)
Data-data siswa yang masuk dalam seleksi sementara zonasi PPDB online Kota Bekasi jenjang masuk SD yang terdata memiliki jarak jutaan meter, Rabu (6/7/2022) (Wartakotalive/Joko Supriyanto)

Menanggapi sistem PPDB online Kota Bekasi jenjang masuk SD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan jika kemungkinan jika kesalahan jarak tersebut terjadi ketika pendaftaran yang dilakukan orangtua murid.

"Zonasi itu yang klik orangtua. Misalnya kamu daftar alamatnya di klik tapi dia ga liat lagi tuh, tahu tahu jaraknya dimana kan gitu," kata Inayatullah, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Panitia PPDB di SMPN 1 Kota Bogor Kewalahan Hadapi Orangtua yang Memilih Jalur Raport

Diungkapkan oleh Inayatullah, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait sistem tersebut.

Namun, dirinya memastikan jika kesalahan  yang terjadi bisa diperbaiki, sebab ada tim verifikasi yang nantinya akan melakukan pengecekan ulang dari pendaftaran yang dilakukan orang tua murid.

"Nanti kami akan cek lagi oleh operator, nanti diperbaiki atau datang ke operator sekolah yang dituju," katanya. (JOS)

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved