Harga Kebutuhan Pokok
Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit Merah Bawang Merah Semakin tak Terkendali
Jelang Iduladha ini ibu-ibu mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang semakin naik, tak seperti biasanya. Hal ini sangat memberatkan.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jelang Iduladha harga sebagian kebutuhan pokok seperti cabai rawit merah dan bawang merah naik tinggi.
Saat ini harga cabai rawit merah di sejumlah pasar sudah mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Tentu harga ini sudah tak masuk akal, karena hamper menyamai harga daging sapi, dan jauh lebih mahal dari daging ayam.
Baca juga: Fuji Siapkan Sapi Kurban Seharga Puluhan Juta untuk Mendiang Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah
Menurut Salim, pedagang sayur di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga cabai rawit merah bisa mencapai 150.000 per kg, seperti tahun lalu.
"Satu kilo sekarang udah Rp 120.000, diperkirakan bisa jadi hingga Rp 150.000 seperti tahun kemarin," ujarnya, Rabu (6/7/2022).
Dengan adanya kenaikan harga cabai ini, ia menjelaskan kerap mendapatkan keluhan dari beberapa pembeli setianya.
Sehingga ia harus mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut, supaya tetap bisa mendapatkan keuntungan, dan pembeli tidak kabur.
"Solusinya tetap beli, tapi belanjanya dikurangin, tadinya beli satu kwintal, sekarang jadi setengahnya, karena pembelinya juga berkurang," ucapnya.
Tidak hanya cabai, ternyata harga bahan dapur lainnya yakni bawang merah juga masih di tahap kenaikan, terhitung lebih kurang sudah satu bulan ini.
Baca juga: Pj Bupati Dani Ramdan Lantik Empat Pejabat Fungsional Dokter dan Bidan RSUD
"Bawang merah juga melonjak naik, biasanya Rp 30.000 per kilogram, bawang merah sekarang Rp 70.000 per kilogram," ucapnya.
Sikap keberatan akan kenaikan harga bahan dapur itu juga disampaikan pembeli yakni Karsini.
Ia mengaku sangat keberatan dengan hal itu, sehingga dirinya terpaksa harus mengurangi pembelian cabai dari waktu sebelum harga naik.

"Jadinya beli cuma paling satu ons, kalau biasanya saya beli setengah kilo," lugasnya.
Karsini berharap kepada pemerintah bisa mengabulkan keinginannya dengan mencari solusi untuk harga bisa kembali normal.
"Pemerintah tolong dong di turunkan dan di normalkan, kasian rakyat kecil keberatan," tutupnya.