Jumat, 24 April 2026

Bus Perum PPD akan Dilengkapi Fitur Peringatan Dini untuk Pramudi, Demi Tingkatkan Keselamatan

Fitur keselamatan itu mulai dari adalah peringatan dini jika sopir mengantuk, hingga pendeteksi blind spot.

Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
PT TKDN menandatangani MoU dengan Perum PPD. Kerjasama yang disepakati kedua belah pihak ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan aspek keselamatan kendaraan dalam pengangkutan penumpang, Selasa (5/7). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-Bus-bus Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) akan dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan.

Fitur keselamatan itu mulai dari adalah peringatan dini jika sopir mengantuk, hingga pendeteksi blind spot.

Untuk itu pihaknya akan melakukan uji coba tersebut untuk memberikan solusi sistem layanan bagi transportasi darat dan armada khususnya.

Baca juga: Sinergi Antara Perum PPD dan PT PT JLI, Sekarang Beli Tiket Bus PPD Bisa Melalui Aplikasi JakLingko

Di mana masih ada persoalan banyaknya tingkat kecelakaan di lapangan diakibatkan salah satunya faktor 'human error'. 

Direktur Utama (Dirut) Perum PPD, Pande Putu Yasa mengatakan bahwa yang melatarbelakangi dengan kehadiran alat deteksi dini bagi para pramudi ini, karena seringnya terjadi kecelakaan (armada) di lapangan akibat human error. 

Belakangan ini, sambungnya, seringnya denda Transjakarta akibat kecelakaan maka alat tersebut merupakan jalan satu-satunya sebagai solusi terbaik bagi Perum PPD untuk meminimalkan rasio kecelakaan. 

"Nah, kebetulan PT Teknologi Karya Digital Nusa (TKDN) memiliki alat yang dapat mendeteksi kelelahan dari pramudi, apa karena ngantuk atau keluar jalur. Segala bentuk pelanggaran itu termasuk di dalamnya jika pramudi merokok akan terdeteksi dari alat berteknologi canggih itu, kita baru uji coba alat ini," kata Pande Putu dikonfirmasi Rabu (6/7/2022).

Pada kesempatan itu, PT TKDN menandatangani MoU dengan Perum PPD. Kerjasama yang disepakati kedua belah pihak ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan aspek keselamatan kendaraan dalam pengangkutan penumpang, Selasa (5/7).

Penandatanganan kerjasama strategis itu untuk memajukan transportasi darat. Digelar di Park Hotel Cawang, Jakarta Timur, dihadiri langsung Presiden Direktur TKDN, David Santoso dan Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa.

Putu menambahkan, nantinya alat ini dipasangi di unit-unit bus, dengan harapan tentunya dapat mendeteksi awal kelalaian dari pramudi. "Nantinya kita bisa sampaikan kepada yang bersangkutan (pramudi) melalui peringatan dini dari kantor," ujarnya. 

"Jadi kita bisa sampaikan langsung, ada komunikasi dua arah kita dengan pramudi, melalui alat semisal bisa memperingatkan pramudi langsung agar tidak ngantuk," tambahnya.

Selesai uji coba, lanjut Putu, jika itu benar, yang ditawarkan akurat maka semua armada di Transjakarta bakal dilengkapi dengan alat deteksi itu. "Pada alat itu ada camera CCTV lengkap, hubungan komunikasi dua arah bisa," terangnya.  

Baca juga: Perum PPD Siap Jadi Operator Bus Listrik Khusus Moda Taransportasi Transjakarta

Selain itu, teknologi mutakhir lainnya pada alat yang digunakan TKDN yakni terdapat di perangkat Blind Spot Detection menggunakan 3D depth camera with AI. Mampu mendeteksi keberadaan pejalan kaki maupun kendaraan disekitar armada dengan keakuratan mencapai 95 persen. Sehingga dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Teknologi AI juga diterapkan diperangkat APC, alat ini dapat menghitung jumlah penumpang yang naik secara akurat. Perangkat lain dari TAM Fleet seperti Advance Driver Assitance System (ADAS) dan Indicator R-Watch.

Bahkan dapat memberikan peringatan awal jika armada kendaraan terdeteksi menyimpang dari jalur, melewati batas kecepatan atau jika terjadi potensi tabrakan depan.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved