Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Regional

Sri Sultan Minta Pelaku Bentrok Antarkelompok dan Perusakan di Babarsari Diproses Hukum

Menurut Sultan, peristiwa yang terjadi sudah masuk pada pelanggaran hukum dan menimbulkan kerusuhan, maka hukum harus ditegakkan.

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
wartakotalive.com
Bukan Karena Warga Yogyakarta, Babarsari Memanas Akibat Bentrokan Antar Kelompok 

WARTAKOTALIVE.COM, YOGYAKARTA--Bentrokan antar-kelompok yang terjadi di kawasan Babarsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (2/7/2022) dini hari menjadi perhatian banyak pihak.

Di media sosial, video aksi anarkis sebuah kelompok viral.

Bahkan, kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (2/7/2022) berlanjut hingga Senin (4/7/2022) di sejumlah titik lokasi.

Sejumlah korban luka dan berbagai macam kerusakan lainnya akibat peristiwa itu.

Warganet menyayangkan terjadinya kericuhan dua kelompok pendatang itu di Kota Pelajar.

Terlebih, bentrokan di Babarsari yang bukan kali ini saja terjadi

Baca juga: Bukan Karena Warga Yogyakarta, Babarsari Memanas Akibat Bentrokan Antar Kelompok

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan tanggapan soal peristiwa bentrok tersebut.

Sri Sultan menyayangkan bentrokan itu bisa terjadi.

"Saya sudah minta untuk tidak ada kekerasan. Soal (watak) bicara keras itu nggak papa, itu kan volume radio saja, gedekke, cilikke (dibesarkan/kecilkan). Tapi jangan pengertian kekerasan itu fisik," tandas Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (4/7/2022).

Menurut Sultan, peristiwa yang terjadi sudah masuk pada pelanggaran hukum dan menimbulkan kerusuhan, maka hukum harus ditegakkan.

Pihak kepolisian pun diminta berlaku tegas dalam menegakkan aturan dan melakukan penindakan mulai dari pelaku penganiayaan, pengerusakan, hingga provokator.

"Karena ini pelanggaran hukum saya berharap Polda DIY tidak hanya sekedar melerai tapi dengan disiplin ya proses (hukum) dengan baik. Saya tidak mau di Yogya ini ajang kekerasan fisik jadi kebiasaan untuk didik anak," tegas Sultan. 

Jika polisi dapat berlaku tegas, Sultan yakin peristiwa serupa tak akan kembali terulang.

"Kita harus keras dengan orang-orang seperti itu karena kita sudah memfasilitasi mereka. Tidak hanya kabupaten Sleman tapi saya juga sudah menerjuni mereka. Karena justru tidak dilakukan tindakan hukum mereka berani," kata Sultan.

Lebih jauh, tak menutup kemungkinan Pemda DIY akan kembali membuka ruang dialog kepada pihak-pihak yang bertikai.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved