Berita Video
VIDEO : Sejarah Kampung Pulo Dari Jaman Belanda Hingga Era Gubernur Ahok
WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Kampung Pulo, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ternyata sudah berdiri sejak tahun 1800 atau semasa penjajahan kolon
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Fredderix Luttex
WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Kampung Pulo, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ternyata sudah berdiri sejak tahun 1800 atau semasa penjajahan kolonial Belanda.
Awalnya Kampung Pulo adalah sebuah hutan dan oleh pendatang dari Arab wilayah tersebut dikelola.
Dengan meminta surat izin kepada Pemerintah Belanda, orang tersebut mamanfaatkan tanah yang cukup luas.
Namun ada syarat yang harus dilakukan orang Arab bermarga Al Idryus yakni membayar upeti dari hasil mengelola lahan di sana.
Habib Soleh Al Idryus, salah satu keturunan orang pertama di Kampung Pulo ini menceritakan, sewaktu orangtuanya masih ada ia sempat membaca surat izin tersebut sekira tahun 18.30an.
Namun, saat ini surat itu sudah tidak diketahui ke mana karena terakhir dipegang oleh orangtuanya.
"Jadi buyut-buyut saya menikah dengan orang pribumi, sampai almarhum orangtua (ayahnya) menikah sama orang betawi asli sini," katanya saat ditemui Sabtu (2/7/2022).
Baca juga: Ribuan Kyai - Habib, Ulama dan Santri Seluruh Indonesia Istighosah Doakan Ganjar Jadi Presiden 2024
Nama Kampung Pulo ini diambil karena pada saat itu berada di pinggir bantara sungai yang mengalir deras dan bentuk pemukimannya saat itu seperti pulau.
Sehingga orang-orang yang hidup dijaman itu menyebutkan Kampung Pulo yang artinya pulau pemukiman.
Habib Soleh mengaku, warga yang hidup di jaman itu tak mudah mendapatkan izin dari Pemerintahan Belanda.
Baca juga: VIDEO : Video Detik-Detik Sopir Travel Meregang Nyawa Usai Ditabrak Mobil
Karena mereka benar-benar menyeleksi orang yang ingin menggarap tanah di Kampung Pulo.
Jika dilihat tak menghasilkan apa-apa, warga tak akan mendapat izin untuk menggarap tanah di sana.
"Jadi kenapa di sini jadi banyak pemukiman, awalnya itu buyut saya dibantu sama warga terus bikinlah bangunan untuk berteduh akhirnya lama kelamaan banyak warga yang bikin serupa karena kan lahan ini harus menghasilkan untuk Belanda," jelasnya.
Baca juga: VIDEO : Pembobol Rumah Kosong di Cengkareng Berhasil Ditangkap Polisi
Sekira tahun 1.900an, tanah di Kampung Pulo mulai banyak warga yang bermukim dengan membuat bangunan dari kayu atau bilik.
Kemudian juga ada benteng Belanda dengan nama sumur bor dan Habib Soleh sempat merasakan bermain di sana.
Baca juga: VIDEO : Dua Pemotor Warga Bogor Tewas Kecelakaan di Pondok Indah