Penerangan Jalan Umum

Rawan Begal, Pemkab Bekasi Pasang Lampu PJU di Jalan Raya Kalimalang

Pemkab Bekasi berkomitmen mengatasi kriminalitas seperti begal yang marak di Jalan Raya Kalimalang, dengan cara pasang lampu PJU.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Ilustrasi - Untuk mengatasi begal di Jalan Raya Kalimalang, Pemkab Bekasi akan memasang lampu PJU. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemkab Bekasi ingin memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Kalimalang, mengingat jalan tersebut dikenal rawan begal.

Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Sukri, pihaknya telah menggangarkan dana untuk program pengadaan lampu PJU untuk 2022 ini.

Baca juga: Jelang Hadapi Indonesia di Piala AFF U19, Dinh The Nam Minta Skuatnya Tegar Hadapi Tekanan Penonton

Pemasangan lampu PJU akan diprioritaskan di jalan utama yang sering dipergunakan pengendara motor untuk menuju wilayah lain, seperti jalan berkategori jalan provinsi.

"Pemasangan lampu PJU dilakukan bertahap hingga ke daerah atau jalan yang masih gelap. Tahun ini difokuskan di Jalan Inspeksi Kalimalang," kata Sukri, Jumat (1/7/2022).

Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bekasi yang tengah menata ruas jalan tersebut mulai dari batas Kota Bekasi hingga Kabupaten Karawang.

"Selain pemasangan baru kami juga akan memperbaiki penerangan yang sudah terpasang namun tidak berfungsi di sejumlah titik,” ucapnya.

“Bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, hasil evaluasi kita juga masih butuh banyak penerangan jalan," imbuhnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Aris Timang mengatakan, penambahan fasilitas penerangan jalan umum diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas pencurian dengan kekerasan atau curas di wilayah hukum Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Jelang Hadapi Vietnam di Piala AFF U19, Shin Tae-yong Buta Kekuatan Lawan, Janji Tampil All Out

Menurut Timang, kurang tersedianya penerangan jalan umum menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus curas atau dikenal istilah 'begal' seperti di Jalan Inspeksi Kalimalang, Jalur Pantura, Jalan Cikarang-Cibarusah, Jalan Raya Cikarang Bekasi Laut (CBL), hingga Jalur Pilar-Sukatani.

Aris menyebut mayoritas tindak kriminalitas curas terjadi pada malam hari dengan menyasar pengendara yang melintasi jalur minim penerangan jalan umum. Dia mengaku angka street crime atau kriminal jalanan meningkat dari 18 persen tahun 2020 menjadi 22 persen tahun 2021.

"Kami gencarkan patroli malam secara intensif untuk menjaga kondusifitas dan kamtibmas di Kabupaten Bekasi," ujar Aris.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved