Berita Video
Local Experience | Mengenal 6.800 Koleksi Wayang dari Indonesia dan Luar Negeri di Museum Wayang
Seorang pemandu Museum Wayang, Bayu Martia (41) menceritakan, awal gedung dibangun pada tahun 1640 dijadikan sebagai sebuah Gereja.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diresmikan sejak 13 Agustus 1975 oleh Gubernur Ali Sadikin, gedung Museum Wayang ternyata sudah dibangun sejak tahun 1640.
Seorang pemandu Museum Wayang, Bayu Martia (41) menceritakan, awal gedung dibangun pada tahun 1640 dijadikan sebagai sebuah Gereja.
Saat itu namanya Gereja Belanda Lama atau disebut dengan 'de oude Hollandsche Kerk'.
Lalu pada tahun 1732, Gereja tersebut direnovasi hingga tahun 1736
Saat selesai proses renovasi, namanya berubah menjadi Gereja Belanda Baru atau 'de nieuwe Hollandsche Kerk’.
Pada tahun 1808 terjadi gempa hebat yang mengakibatkan robohnya gedung tersebut.
Lalu setelah dibangun kembali, pada tahun 1912 bangunan tersebut beralih fungsi menjadi perkantoran dan dijadikan gudang milik perusahaan Geo Wehry & Co.
Kemudian tanggal 22 Desember 1939 menjadi Museum Batavia Lama. Lalu diresmikan sebagai Museum Wayang oleh Gubernur Ali Sadikin pada tanggal 13 Agustus 1975.
Alasan pemilihan menjadi Museum Wayang karena memang untuk melestarikan budaya wayang, yang merupakan budaya asli Indonesia.
Terdapat sekitar 6.800 wayang dipamerkan di Museum Wayang.
Koleksinya diambil dari berbagai daerah Indonesia bahkan mancanegara.
Untuk di Indonesia, koleksi wayang ada bermacam-macam. Kebanyakan dari Pulau Jawa. Tapi ada juga dari Sumatera, Bali, Lombok, Kalimantan.
Sedangkan untuk koleksi dari luar negeri ada dari: Malaysia, Kamboja, Thailand, Prancis, Inggris, China, India, dan sebagainya.
Beragam jenis wayang mulai dari wayang beger, wayang klitik, wayang golek, dan wayang kulit, terpampang di setiap sisi tembok Museum Wayang.
Selain wayang, ada pula patung blencong, boneka, serta lukisan, dan topeng. Lalu terdapat juga gamelan yang merupakan alat musik tradisional Jawa.