Jokowi

Bukan Kunjungan Biasa, Ini Persiapan Retno Marsudi Bawa Masuk Jokowi ke Ukraina

Jokowi sudah dalam perjalanan ke negara konflik Ukraina. Sebelum masuk Ukraina, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri siapkan sejumlah hal khusus

Editor: Desy Selviany
Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi siapkan keberangkatan Jokowi ke Ukraina 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina tentu berbeda dengan kunjungan ke negara lainnya. Sejumlah persiapan khusus disiapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Hal itu Retno Marsudi ungkapkan usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman, Selasa (28/6/2022).

Dalam unggahannya, Retno mengatakan bahwa ia telah menyiapkan sejumlah keperluan Jokowi untuk bisa masuk ke negara konflik tersebut.

Sebelum berkunjung ke negara yang tengah berperang itu, Retno sudah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak.

Misalnya saja dengan pihak Ukraina dan Rusia. Selain itu, Indonesia juga menjalin komunikasi yang intensif dengan Presiden Palang Merah Internasional.

Pihak Indonesia juga terus menjalin komunikasi dengan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA) dan Menteri Luar Negeri Turki.

“Terakhir saya komunikasi dengan Sekjen PBB lewat telepon,” ungkap Retno.

Diketahui Presiden Jokowi dikabarkan akan menjadi 'juru damai' perang Rusia dengan Ukraina.

Jokowi akan menemui dua presiden yang sedang berperang itu di tempat terpisah.

Jokowi terlebih dahulu akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev, Ibu Kota Ukraina.

Setelah itu, Jokowi dijadwalkan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Ibu Kota Rusia.

Pertemuan dijadwalkan antara tanggal 29-30 Juni 2022.

Dikutip dari Tribunnews.com Pakar politik internasional yang merupakan Direktur Program Asia-Pasifik di Chatham House, Ben Bland, memprediksi upaya Jokowi tak akan memberikan hasil besar.

Bland menegaskan bahwa peluang Presiden Jokowi untuk menemukan titik temu antara pemimpin Rusia dan Ukraina sangat minimal.

Namun, ia menegaskan peranan Indonesia terkait masalah Ukraina sangat penting.

“Tetapi sebagai salah satu negara berkembang terbesar di dunia dan mitra persahabatan Rusia dan Ukraina, Indonesia adalah suara penting di panggung global,” ujarnya dikutip dari Swiss Info, Senin (27/6/2022).

Indonesia menganut politik luar negeri, “Bebas Aktif”, yang berarti non-blok dan berusaha untuk tetap mandiri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved