Jumat, 10 April 2026

Kecelakaan

Waspada Tol Cipularang KM 90-100 Sering Terjadi Kecelakaan, Ini Penjelasannya

Mengapa di tol cipularang sering terjadi kecelakaan? Seperti pada Minggu (26/6) kecelakaan melibatkan 17 kendaraan

Istimewa
Kecelakaan di Tol Cipularang, Minggu (26/6/2022) melibatkan 17 kendaraan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kecelakaan beruntun melibatkan 17 kendaraan di Tol Cipularang Km 92 arah Jakarta terjadi pada Minggu (26/6/2022) sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul yang tayang pada artikel 2014, area di sekitar Kilometer 97 Tol Cipularang memang rawan kecelakaan.

"Kalau dilihat dari hasil kajian ilmiah Kilometer 90-100 secara keseluruhan, pengguna kendaraan memang harus ekstrahati-hati saat melewati jalur tersebut. Kondisi jalanan menurun dengan belokan dan kontur angin membuat pengendara harus lebih hati-hati," kata Martinus, seperti dimuat Kompas.com, Selasa (2/12/2014).

Human error Sementara itu, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Ofyar Z Tamin menjelaskan, selain kondisi jalan, kesalahan pengendara atau faktor human error juga berpengaruh.

Menurut dia, trek jalan yang mulai menurun dari Kilometer 100 dan ditambah beban massa dari kendaraan membuat laju kendaraan bertambah cepat. 

Baca juga: Diduga Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang

Dalam kondisi seperti itu, pengemudi harus konsentrasi penuh dalam mengendalikan laju kendaraan.

"Saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya, kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana," ujar Tamin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian dan petugas PJR Tol Cipularang saat ini masih melakukan pendataan dan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan beruntun pada Minggu (26/6/2022) malam.

Namun, dari data sementara tercayat ada empat orang alami luka berat. 

Masyarakat sekitar percaya di samping ruas tol tersebut terdapat anak yangga yang menuju petilasan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.

Tentu saja, penjelasan yang merujuk pada mitos atau hal mistis tersebut tidak bisa diterima oleh banyak pihak, terutama yang lebih percaya pada hal-hal ilmiah.

Untungnya, sejumlah pihak dari berbagai lembaga seperti PU, Jasa Marga, kepolisian, dan sejumlah pakar pernah melakukan evaluasi dan penelitian di jalur "maut" tersebut.

Mitos vs kajian ilmiah

Seperti umumnya terjadi di masyarakat Indonesia, saat sebuah lokasi berulang kali menimbulkan kecelakaan, maka hal-hal mistis kemudian dibicarakan.

Begitu pula dengan Tol Cipularang di ruas KM 90 sampai KM 100 yang kerap merenggut nyawa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved