Perlintasan Liar

Untuk Meningkatkan Keselamatan, Perlintasan Liar di Kota Bekasi Diusulkan Ditutup Secara Permanen

Kasus kecelakaan diperlintasan kereta api sebidang menjadi perhatian, pasalnya beberapa kejadian yang terjadi berada di area perlintasan ilegal.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Hironimus Rama
Perlintasan liar Rawageni, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, resmi ditutup PT KAI, karena tejadi kecelakaan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kabid Lalin Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, mengatakan bahwa di Kota Bekasi ada tiga perlintasan sebidang yang sudah difasilitasi dengan palang pintu kereta api.

Tiga perlintasan itu di antaranya ada di Jalan Agus Salim, Jalan Perjuangan, dan Jalan Perjuangan.

Beberapa perlintasan lain diketahui tidak menggunakan palang kereta api otomatis.

Itu pun hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua yang biasanya menjadi jalur tikus para pengguna sepeda motor.

"Rawa Bebek 1 dan 2, kolong fly over Kranji, dan belakang Grand Mall itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itu tidak resmi atau bisa dikatakan liar," kata Teguh, Kamis (23/6/2022).

Teguh berujar bahwa terkait keberadaan perlintasan liar tersebut, sebetulnya sudah diusulkan ke Dirjen Perkeretaapian.

Baca juga: PT KAI Daop 1 Jakarta Kembali Tutup 6 Perlintasan Liar: Demi Wujudkan Keselamatan Bersama

Baca juga: PT KAI Tutup Enam Perlintasan Kereta Api Liar Guna Keselamatan Masyarakat, Kerap Terjadi Kecelakaan

Baca juga: VIDEO : KAI Tutup Permanen Perlintasan Liar Rawageni di Depok, Ini Kata Warga Depok

Hal itu jadi tindak lanjut surat yang dikirimkan oleh Satlantas Polres Metro Bekasi Kota usai terjadinya kecelakaan di wilayah Bekasi.

"Nah kemarin, kami sudah bersurat ke Dirjen Perkeretaapian. Dengan adanya surat dari pak Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, menindaklanjuti kejadian di Ampera atau Durenjaya salah satu itulah beberapa bulan yang lalu," tutur Teguh.

Menurut Teguh, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari surat tersebut.

Namun yang pasti, Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyetujui jika perlintasan sebidang liar di Kota Bekasi itu dapat ditutup secara permanen, guna meningkatkan keselamatan perkeretaapian.

"Ini kan, demi keselamatan. Apalagi nanti, ada double double track. Kemungkinan itu bisa dua menit sekali pasti ada kereta lewat, karena pasti esensinya lebih sering," ujar Teguh.

BERITA VIDEO: Ketua Umum Demokrat Temui Surya Paloh

Ketika double-double track (DDT) jalur Bekasi sudah digunakan sepenuhnya.

Menurut Teguh, hal itu tentu akan sangat membahayakan, jika perlintasan liar tidak ditutup secara permanen.

Teguh juga menilai perlu adanya tindak lanjut terkait palang pintu otomatis ketika proyek DDT rampung.

"Nah perlintasan-perlintasan di wilayah yang memang berpalang pun itu juga perlu adanya penanganan lanjutan, karena kalau tidak ya si palang perlintasannya baru semenit buka lagi tutup lagi, bakal menimbulkan kemacetan gituloh," papar Teguh.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved