PT KAI Daop 1 Jakarta Kembali Tutup 6 Perlintasan Liar: Demi Wujudkan Keselamatan Bersama

Minggu ini PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menutup 6 perlintasan liar yang rawan terjadi kecelakaan.

Editor: Lucky Oktaviano
Istimewa
PT KAI kembali melakukan penutupan di sejumlah perlintasan sebidang. Hal ini merupakan upaya PT KAI untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api (KA). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- PT KAI kembali melakukan penutupan di sejumlah perlintasan sebidang.

Hal ini merupakan upaya PT KAI untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api (KA).

Tingginya angka kecelakaan di perlintasan sebidang menjadi perhatian PT KAI dan pemerintah melakukan penutupan ini. 

Minggu ini PT KAI Daop 1 Jakarta kembali menutup 6 perlintasan liar yang rawan terjadi kecelakaan, diantaranya :

  • KM 22+5/6 petak jalan Cakung - Kranji
  • KM 8+2/3 petak jalan Tanahabang - Palmerah
  • KM 41+2/3 petak jalan Citayam - Bojonggede
  • KM 39+9/0 petak jalan Citayam-Bojonggede
  • KM 57+6/7 petak jalan Daru - Tigaraksa
  • KM 91+9/0 Petak jalan Catang - Cikeusal

Sejak Januari hingga Juni 2022 secara total terdapat 17 perlintasan di wilayah Daop 1 Jakarta telah ditutup.

Penutupan itu hasil kerjasama para pihak terkait seperti Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Pemda, Dishub dan Aparat Kewilayahan.

Dari 17 perlintasan yang ditutup tersebut, 13 titik merupakan perlintasan liar dan 4 titik merupakan perlintasan resmi.

Penutupan perlintasan liar ini tentunya merupakan bagian dari dukungan KAI untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan perjalanan KA serta masyarakat.

Sepanjang Januari s.d Juni 2022 tercatat telah terjadi sebanyak 95 kecelakaan di perlintasan.

Melalui kolaborasi bersama penutupan perlintasan liar ini diharapkan dapat mengurangi resiko angka kecelakaan.

Sebelum melakukan penutupan, PT KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan sosialisasi dengan mendatangi unsur kewilayahan dan warga di sekitar lokasi.

Juga dilakukan pemasangan spanduk pemberitahuan bagi masyarakat yang biasa memanfaatkan perlintasan liar tersebut.

Diharapkan warga dapat menggunakan jalur alternatif lain yang ada atau perlintasan resmi terdekat untuk keselamatan penggunaan jalan raya.

Sesuai Undang Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, “(1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup; (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.”

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved