Terorisme
Boy Rafli Katakan Paham Radikalisme Cepat Menyebar Lewat Media Sosial
Paham radikalisme bertujuan untuk memecah belah bangsa, sehingga dapat memengaruhi masyarakat melakukan berbagai tindakan ekstrem dan kekerasan.
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Dian Anditya Mutiara
BNPT Sebut Penyebaran Radikalisme dilakukan Secara Terang-terangan di Media Sosial
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT ) Komjen Pol Boy Rafli menjelaskan terkait paham radikalisme yang mengarah paham terorisme mudah tersebar begitu cepat lewat media sosial.
"Perihal radikalisme, selama dua tahun terakhir ini begitu cepat seperti virus covid-19," ujar Boy kepada wartawan, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).
Boy mengatakan, bahwa paham radikalisme bertujuan untuk memecah belah bangsa, sehingga dapat memengaruhi masyarakat melakukan berbagai tindakan ekstrem dan kekerasan.
“Tentu sebuah kondisi yang sangat tidak baik, karena merugikan anak bangsa kita, dan ditambah propaganda menyebar lewat sosial media," ucap Boy.
Kelompok ini menyebarkan paham radikal, khilafah, serta bertentangan dengan ideologi Pancasila dengan menggunakan konten di media sosial.
Baca juga: Maklumi Keputusan Singapura, Kepala BNPT Boy Rafli: Ini Karena Narasi yang Disampaikan UAS
Sebagai informasi, pihak BNPT mencatat terdapat sebanyak 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI.
Sementara itu, pihaknya terus lakukan patroli Siber guna menekan angka tindakan intoleran.
Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) meminta kepasa keseluruh instansi ataupun masyarakat umum untuk mewaspadai aksi teror dari kelompok Khilafatul Muslimin.
Sebab, pemimpin tertinggi Abdul Qodir Hasan Baraja ini mantan narapidana teroris yang dua kali menjalani kurungan penjara.
Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT, Brigjen Pol Wawan Ridwan mengatakan, pihaknya belum menemukan data ataupun fakta lapangan kelompok ini akan melakukan pengeboman.
"Organisasi ini karena kilafahnya itu seorang yang memiliki pengalaman (sebagai teroris) dari organisasi yang memang awalnya bergabung dengan NII," ujarnya Jumat (17/6/2022).
Sehingga, pengalaman yang dimiliki oleh pemimpin tertinggi ini sangat bertentangan dengan ideologi Pamcasila.
Baca juga: Struktur Organisasi Khilafatul Muslimin Mirip Negara, Ada Pemimpin, Menteri sampai Kepala Daerah
Menurut jenderal bintang satu ini, kelompok Khilafatul Muslimin sangat berhati-hati menyebarkan faham khilafah agar tidak dicurigai aparat kepolisian dan pemerintah.
Sebab, para pemimpin Ormas tersebut cenderung mengandalkan soft atau dengan pendekatan secara dakwah yaitu persuasif untuk meraih hati publik yang menjadi target nya," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Kepala-BNPT-Boy-Rafli122.jpg)