Jumat, 15 Mei 2026

Gizi Buruk

Presiden Jokowi Minta Al Muktabar Perhatikan Gizi Buruk dan Stunting di Banten

Pj Gubernur Banten Al Muktabar mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi yakni mengentaskan gizi buruk dan stunting.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi untuk mengentaskan gizi buruk dan stunting yang masih banyak di wilayahnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, BANTEN - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengikuti undangan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta.

Dalam Rakor itu, Al Muktabar mendapat beberapa arahan yang siap dilaksanakan di tingkat Provinsi Banten. 

Baca juga: Vaksinasi Booster Tetap Digelar di 20 Wilayah Aceh Meski Nihil Kasus Covid19

Mandatory yang disampaikan Presiden itu diantaranya terkait dengan situasi saat ini, di mana telah melandainya pandemi Covid-19.

Maka sektor ekonomi harus bergerak, terutama ekonomi yang berbasis kemasyarakatan dan peningkatan potensi yang ada. 

"Potensi-potensi yang ada di Banten harus kita dorong terus seoptimal mungkin untuk menopang agenda pembangunan yang sedang gencar dilakukan," katanya, Rabu (8/6/2022).

Baca juga: Kuasa Hukum Persoalkan Mery Anastasia Ditempatkan di Bangsal ODGJ saat Hamil Muda oleh Polisi

Peningkatan potensi ekonomi itu salah satunya bisa dilakukan dengan mendorong produk-produk lokal dan UMKM untuk masuk ke bela pengadaan.

Karena dengan begitu, sektor perekonomian rakyat akan bisa cepat bangkit pasca-pandemi.

"Itu juga menjadi arahan berikutnya yang disampaikan kepada saya selaku kepanjang tangan Bapak Presiden di daerah," ucap Al Muktabar.

Ilustrasi gizi buruk.
Ilustrasi gizi buruk. (Kitabisa.com)

Setelah produk lokal itu masuk ke bela pengadaan, lanjut Al Muktabar, kemudian Pemda diwajibkan untuk mengutamakan produk lokal dalam setiap pengadaan kebutuhannya. 

"Bahkan saat ini Pemprov Banten sudah mengalokasikan minimal 40 persen belanja dari APBD kepada produk lokal," ujarnya. 

Baca juga: Ariza Kesal Lihat Sesama Pria Saling Memangku di Kafe WOW, Harus Ada Sanksi Tegas pada LGBT

Selanjutnya, dirinya juga diimbau agar melakukan berbagai upaya dalam rangka mengurangi, mencegah sampai bahkan mengurangi angka stunting dan gizi buruk di Provinsi Banten. 

Al Muktabar mengaku pihaknya terus melakukan fokus pendekatan terhadap persoalan ini.

Bahkan saat ini Pemprov sudah mengumpulkan data by name by address untuk bisa segera menyelesaikannya. 

Presiden Joko Widodo menyapa seorang ibu dan anaknya saat meninjau program percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (24/3/2022).
Presiden Joko Widodo menyapa seorang ibu dan anaknya saat meninjau program percepatan penurunan stunting di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (24/3/2022). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

"Termasuk kalau dibutuhkan tindakan yang berbasis pada kesehatan," ungkap Al Muktabar.

Terakhir, Al Muktabar diberikan mandatory dalam rangka menyukseskan agenda Pemilu 2024 yang harus dipersiapkan dengan baik terutama dukungan penganggaran, dan sukses dalam penyelenggaraannya. 

"Untuk selanjutnya tentu harus juga bisa mempertanggung jawabkan penganggaran yang sudah dilakukan dengan baik sesuai aturan yang berlaku," paparnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved