Budi Gunawan Ungkap Keris dan Bunga Jadi Persiapan Hasto Kristiyanto Hadapi Sidang Doktoral
Budi Gunawan menjadi penguji eksternal disertasi Hasto berjudul 'Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara.'
WARTAKOTALIVE, BOGOR - Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan memuji disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai teori geopolitik Soekarno, yang dipaparkan dalam sidang terbuka di Kampus Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).
Budi Gunawan menjadi penguji eksternal disertasi Hasto berjudul 'Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara.'
Membuka sesi pertayaan, Budi Gunawan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengintaian dan surveilans terhadap Hasto, jelang sidang terbuka hari ini.
Baca juga: Paparkan Disertasi, Hasto Kristiyanto Ungkap Rencana Soekarno Uji Coba Bom Atom pada 5 Oktober 1965
Hasilnya, ia mendapati sejumlah rahasia yang dilakukan Hasto untuk menyiapkan sidang.
"Sesuai dengan profesi saya, intelijen, saya telah menerima laporan, hasil pendalaman atau surveilans intelijen tentang persiapan saudara promofenus di dalam menghadapi sidang terbuka."
"Ada indikasi Saudara Promofenus telah menggunakan segala rahasia, yaitu keris dan bunga."
Baca juga: BNPT: Negara Butuh Regulasi untuk Melarang Semua Ideologi Anti Pancasila
"Bunga melati yang setiap saat berada di meja kerja saudara promofenus," ungkap BG, yang langsung disambut tawa para tamu yang hadir.
Budi mengatakan, tak hanya keris dan bunga yang berada di meja kerja Hasto. Namun, ada maksud dan tujuannya, yakni memiliki khasiat agar penguji ini terpukau dan terkesima.
"Tebukti kalau memang semua terkesima, kami semua terpukau, dan sulit untuk menanyakan, karena begitu hebatnya disertasi yang telah dibuat dan dipaparkan dengan sangat berapi-api," ucap Budi Gunawan.
Baca juga: Jangan-jangan Koalisi Indonesia Bersatu untuk Ganjar dan Anies? Zulkifli Hasan: Bisa Juga
Budi juga mengaku terkesima, karena Hasto berani membahas sebuah diskursus dengan menggunakan metode kuantitatif.
“Kita tahu di dunia akademisi ini, diskursus yang dibahas pada umumnya menggunakan metode kualititatif."
"Sungguh dalam dunia akademik banyak orang yang berani, dan mereka saja yang berani membuat tulisan diskusus ini dengan metode kuantitif,” puji Budi Gunawan.
Baca juga: Dewan Pengawas KPK Tunggu Penjelasan Tertulis Dirut Pertamina Soal Dugaan Gratifikasi Lili Pintauli
Budi juga mengaku terkesima karena disertasi Hasto mengangkat tradisi 'kebakaran' yang dilakukan oleh tokoh bangsa Indonesia, dalam hal ini Bung Karno.
“Sehingga sesungguhnya disertasi tulisan ini adalah aset tulisan ilmiah dan ilmu pengetahuan yang luar biasa, dan berharga, dan sangat penting dipelajari oleh anak bangsa.”
“Oleh karenanya saya meyakini bahwa seluruh penguji, mohon izin saya mewakili, ini prediksi saya, semua penguji akan memberikan nilai yang terbaik,” paparnya.
Baca juga: Projo Hadiri Silatnas KIB, Sekjen PDIP: Mereka Relawan, Kecuali Berani Deklarasi Sebagai Parpol
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Sidang-Doktoral-Hasto-Kristiyanto.jpg)