Idul Adha
Dagang Hewan Kurban dari 2009, Endo Kasih Tips: Jangan Pernah Bohongi Pembeli
Endo mengaku, sejak ia memulai berdagang hewan kurban pada tahun 2009 hingga saat ini, tidak pernah sekalipun Endo membohongi pembeli.
Konsep Tabur Tuai Diterapkan Pedagang Hewan Kurban, Endo: Rezeki akan Selalu Mengalir dengan Kejujuran
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang pedagang hewan kurban, Romdoni (42) mengatakan prinsip tabur tuai selalu ia terapkan dalam usahanya.
Pria yang akrab dipanggil Endo mengaku, sejak ia memulai berdagang hewan kurban pada tahun 2009 hingga saat ini, tidak pernah sekalipun dirinya membohongi pembeli.
"Ada itu mas, istilahnya mereka disebut blantik. Jadi mereka membeli hewan kurban dari kampung-kampung yang ada di Jawa semisal dengan harga Rp 15 juta. Nah, setelah mereka jual di Jakarta, laku dengan harga segitu. Tapi mereka bilang ke tempat mereka beli awal hanya laku semisal Rp 10 juta," ujar Endo, Jumat (27/5/2022).
Kepada Wartakotalive.com saat ditemui di kandang hewan kurban di Cengkareng, Jakarta Barat, Endo mengatakan oknum blantik seperti itu yang membuat nama pedagang hewan kurban tercemar.
Baca juga: Global Qurban dan ACT Kerahkan Dokter Antisipasi PMK pada Hewan Kurban
Menurutnya, adanya blantik membuat kepercayaan pembeli hewan kurban jadi berkurang.
Walaupun marak blantik, Endo mengaku tidak pernah yang namanya berbuat curang.
"Kalau saya apa adanya, mas. Karena apa, menurut saya berdagang hewan kurban enggak melulu biar dapat untung besar. Intinya itu gimana kita membangun kepercayaan dari pembeli," ujar Endo.
Ia mengatakan, menurutnya usaha yang dibangun sejak 2009 dapat bertahan hingga saat ini karena Endo selalu berusaha jujur saat transaksi jual beli hewan kurban.
Endo merasa, apabila ia jujur, maka kebaikan akan selalu menghampiri.
"Ini saya ceritakan ya mas. Hampir semua pedagang yang saya kenal curang, mereka sudah bangkrut, tutup usaha mereka," ujar Endo.
Baca juga: Endo Resah Pasokan Hewan Kurban Jelang Iduladha Terganggu Akibat Wabah PMK
Endo menganggap, kebangkrutan mereka adalah imbas dari ketidakjujuran saat berdagang hewan kurban.
Menurut Endo, pada intinya ia selalu menerapkan prinsip tabur tuai.
Jika dirinya menabur kebaikan, maka hal yang serupa akan ia tuai.
"Terbukti kok mas, saya banyak dipertemukan dengan orang-orang baik. Sering saya dikasih lebih saat mereka membeli sapi," ujar Endo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-hewan-kurban-di-Cengkareng13.jpg)