Pelaku Bullying

Pemkot Tangsel Ingin Korban dan Pelaku Bullying Pelajar Tetap Mendapat Pendidikan

Pemkot Tangsel sangat memikirkan kasus bullying yang kerap terjadi sekolah, karena itu dicari solusi secara menyeluruh.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Tri Purwanto, Kepala UPTD P2TP2A Tangerang Selatan, mengatakan pihaknya terus mengawal kasus bullying yang terjadi kalangan pelajar hingga tahap sanksi hukuman. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Unit pelaksana teknis daerah pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (UPTD P2TP2A) Tangerang Selatan, terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban bocah berusia 16 tahun yang dibully dan dianiaya teman-temannya di Serpong, beberapa waktu lalu.

Diketahui, proses diversi yang dilakukan oleh kepolisian untuk keluarga korban dan pelaku tak menemui kata sepakat.

Baca juga: Ariza Bertele-tele Soal Pembangunan Proyek Pengelolaan Sampah di Sunter

Kasus ini pun dilanjutkan ke tahap penyidikan. 

Pelaku sendiri tidak ditahan karena masih di bawah umur.

UPTD P2TP2A Tangerang Selatan pun memberikan respons.

Baca juga: Derbi Persija Jakarta vs Persib Bandung, Thomas Doll: Bukan Sekadar Turun Bus dan Bertanding

"Diversi ini kan perdamaian di luar hukum, yang diamanatkan di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak," ujar Tri Purwanto, Kepala UPTD P2TP2A Tangerang Selatan, saat ditemui Warta Kota di kantornya di Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Rabu (25/5/2022).

Menurut Tri, diversi mesti dilakukan aparat penegak hukum, baik di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Proses berlanjut, Tri menjelaskan pihaknya tetap mendampingi korban, dan memberikan layanan konseling.

Baca juga: Polres Jakpus Kerahkan Tim Jihandak Untuk Pengamanan Gereja Saat Perayaan Kenaikan Isa Almasih

"Untuk korban, proses psikolog sudah kami lakukan sebanyak dua kali, kondisinya sudah semakin baik,” ujarnya.

“Untuk pelaku, kami juga akan kawal proses hukumnya, sesuai dengan peradilan anak," imbuh pria yang menjabat jadi kepala UPTD P2TP2A Tangerang Selatan sejak 2020 ini.

Tak hanya pendampingan proses hukum, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan Tangsel dan sekolah-sekolah agar tetap memberikan lingkungan pendidikan yang baik bagi korban maupun pelaku.

Baca juga: WFH Dihapus, ASN Jakarta Utara Sudah 100 Persen WFO 

"Jadi yang kami bela bukan prilakunya, melainkan keadaan psikis dan masa depannya," sambungnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved