Virus Corona

Aturan Pakai Masker Dilonggarkan, Epidemiolog: Pandemi Masih Terjadi dan Statusnya Belum Diangkat

Masyarakat boleh tidak menggunakan masker di ruangan terbuka dengan beberapa ketentuan. Pertama, tidak di dalam kerumunan.

Editor: Yaspen Martinus
istimewa/STPI
Pakar epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman menyarankan tidak abai dalam penggunaan masker. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah melonggarkan aturan penggunaan masker.

Masyarakat boleh tidak menggunakan masker di ruangan terbuka dengan beberapa ketentuan. Pertama, tidak di dalam kerumunan.

Kedua, bukan kelompok berisiko seperti lansia atau memiliki komorbid.

Baca juga: Siap Bawa PKB Gabung Koalisi Indonesia Bersatu, Muhaimin Iskandar: Asal Capresnya Saya

Di sisi lain, pakar epidemiologi dari Griffith University Dicky Budiman menyarankan tidak abai dalam penggunaan masker.

Karena, ada kemungkinan pengabaian dalam penggunaan masker dapat memengaruhi laju penularan.

"Apakah ada potensi lonjakan kasus setelah masyarakat abai dengan masker, iya, tetap ada."

Baca juga: Muhaimin Iskandar Siap Gabung KIB Asal Jadi Capres, Waketum PPP: Nanti Dimusyawarahkan

"Cuma saat ini cakupan vaksinasi jauh lebih baik, tingkat fatalitas jauh lebih turun."

"Orang yang ke rumah sakit pun jauh lebih menurun," paparnya pada Tribunnews, Senin (23/5/2022).

Tapi, lanjutnya, kasus terinfeksi bisa saja naik atau bisa jauh lebih tinggi.

Baca juga: Finis di Peringkat Tiga SEA Games 2021, Kontingen Indonesia Sukses Penuhi Keinginan Jokowi

Namun, tidak parah atau tidak bergejala. Tapi, bukan berarti angka kematian nol, karena yang meninggal tetap ada.

Termasuk orang yang masuk rumah sakit, juga akan tetap ada.

Pada kelompok rawan, hal ini bisa terjadi. Artinya, kata Dicky, dengan literasi komunikasi risiko, tetap penting dianjurkan memakai masker.

Baca juga: Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal, Terawan: Saya Bersaksi Beliau Orang Baik

"Termasuk pemerintah daerah tetap mengejar upaya perlindungan pada kelompok rawan dengan akselerasi cakupan booster," tuturnya.

Selain itu, merespons masa transisi, juga harus memperhatikan pada perbaikan kualitas udara, bisa dengan ventilasi dan sirkulasi udara.

"Terkait pelonggaran masker, harus diingat, status pandemi masih terjadi dan belum diangkat," tegas Dicky. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved