Kamis, 30 April 2026

Berita Jakarta

BPBD DKI Pastikan Ada Tim Siaga 24 Jam yang Siap Merespons Keluhan Warga

Isnawa Adjie menyebut ada layanan 24 jam yang dijaga petugas. Mereka digaransi akan cepat merespons keluhan warga.

Tayang:
warta kota
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji 

Kami punya tim yang (bekerja) 24 jam menerima pengaduan warga dan akan cepat memberikan respons.

Kami juga aktif memberikan informasi melalui media sosial BPBD DKI Jakarta.

Lalu warga harus menyadari bencana bisa terjadi kapan pun karena bencana adalah sesuatu yang ada, bisa diprediksi, juga tidak bisa diprediksi.

Yang bisa diprediksi seperti banjir tetapi kejadian seperti gempa dan lainnya sulit diprediksi karena begitu cepat dan singkat.

Terkait musim kemarau, kami bisa prediksi kapan bulan-bulan kemarau akan masuk karena biasanya ada pergantian musim.

Warga tak perlu panik karena kita dari kecil sudah biasa menghadapi perubahan cuaca seperti itu. Tinggal bagaimana mengenali risikonya seandainya di kawasan tertentu sudah mengalami kekeringan, tidak ada pasokan air.

Selanjutnya bisa hubungi kami melalui RT, RW, lurah, camat, dan lain-lain.

Ada banyak institusi penanganan kebencanaan yang akan membantu masyarakat seperti TNI, Polri, BNPB, BPBD, Baznas. Kami akan bahu-membahu membantu warga.

Kami juga berharap masyarakat sedari dini memberi feedback berupa gerakan hemat air dan tidak membuang air sembarangan. Lalu di lingkungan masyarakat bisa membuat sumur-sumur resapan, membuat biopori, jadi semua itu adalah bagian dari upaya bersama untuk melestarikan lingkungan.

Terakhir, sejauh mana penanganan Covid-19 di Jakarta?

Tugas BPBD atau Satgas Covid-19 DKI Jakarta semakin ringan karena kita mengalami pelandaian yang signifikan.

Hampir di seluruh wilayah melaporkan jumlah pasien semakin menurun, tak ada lagi yang dirawat. Mereka kemudian memfungsikan kembali lokasi isolasi terpadu (isoter) dengan kegiatan awal.

Misalnya Rumah Sakit Adhyaksa (Jakarta Timur) berfungsi lagi menjadi rumah sakit umum.

Kemudian juga tempat penginapan yang tadinya tertutup untuk umum, sekarang beroperasi normal. Meski begitu, kami BPBD bekerja sama dengan BNPB, tetap mengingatkan kepada warga bahwa prokes (protokol kesehatan) harus tetap dijaga.

Kami juga membagikan 93.000 masker di berbagai wilayah Jakarta. Masker ini tak hanya melindungi diri dari virus tetapi debu atau hewan lain yang dapat menggangu kesehatan. Kami pun memonitor setiap kegiatan yang ada di Jakarta.

Kalau pemerintah, swasta, mengadakan rapat kerja atau misalnya kampus ingin menggelar wisuda, mereka harus mengajukan semacam rekomendasi ke BPBD. Intinya walaupun Covid-19 sudah melandai, kami tetap waspada, terus memonitor situasi. (m27/eko)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved