Covid19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Menyebut Risiko Penularan Virus Covid-19 di Ruang Terbuka Cukup Rendah

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut, risiko penularan Covid-19 di ruang terbuka cukup rendah.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
covid19.go.id
Kasus Covid-19 di Indonesia per 18 Mei 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut, risiko penularan Covid-19 di ruang terbuka cukup rendah.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan DKI mendukung langkah Presiden RI Joko Widodo yang melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, kebijakan pelonggaran masker sudah disampaikan Presiden cukup detail.

Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah mengeluarkan surat edarannya kepada masyarakat.

"Prinsipnya kan di dalam ruangan dan luar, lebih kecil risikonya. Pada saat di luar ruangan, saat ada kerumunan kecil kan risikonya kecil,” kata Dwi usai rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Dinkes DKI: Risiko Penularan Covid-19 di Ruang Terbuka Cukup Rendah

Baca juga: Pasien Covid -19 Tersisa 1 Orang, Pemkab Karawang Perbolehkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 18 Mei 2022: 17 Pasien Meninggal, 364 Sembuh, 327 Orang Positif

Menurut Dwi, masyarakat harus tetap menggunakan masker saat berada di ruang tertutup, terlebih jika jarak antarwarga berdekatan.

Dwi berujar bahwa kebijakan yang dikeluarkan Presiden tentu sudah melalui kajian yang komprehensif dengan melibatkan para ahli, termasuk mengukur risiko penularannya.

“Alhamdulillah, saat ini Covid-19 sangat turun dibanding beberapa bulan lalu. Alhamdulillah, setelah habis libur lebaran dan dua pekan ini situasinya juga saat ini relatif masih baik, seperti sebelum lebaran,” ujar Dwi.

“Jadi belum ada perubahan, perbedaan kasus dan mudah-mudahan kondisi ini bisa terus. Jadi kita bisa bertahap untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru,” ucap Dwi.

BERITA VIDEO: Viral! Makan di Rest Area Dibandrol Rp 495 Ribu

Dwi menerangkan bahwa pandemi Covid-19 yang ditetapkan sejak Maret 2020 telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat.

Terutama, langkah mitigasi untuk mencegah penularan Covid-19 meluas, termasuk penanganan terhadap pasien.

Menurut Dwi, kepatuhan prokes 5M dan gencarnya vaksinasi booster merupakan upaya kolektif yang baik untuk menekan penyebaran Covid-19.

Dia berharap, masyarakat tetap mematuhi prokes dan bagi yang belum divaksin booster, agar segera ke sentra vaksinasi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved