Selasa, 2 Juni 2026

Berita Nasional

Perpusnas Berupaya Wujudkan Ekosistem Digital Nasional Melalui Transformasi Perpustakaan

Perpustakaan dituntut untuk mengambil peran utama dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Tayang:
Dok. Perpusnas
Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando saat membuka rangkaian hari ulang tahun HUT ke-42 Perpusnas yang digelar secaraa hybrid dari Teater Perpusnas Jakarta, Selasa (17/5/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perpustakaan dituntut untuk mengambil peran utama dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Hal itu, untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki kemampuan adaptasi teknologi.

Menurut Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando, hal ini dibutuhkan guna mendukung pelaksanaan transformasi ekonomi berbasis digital.

"Untuk itu, Perpustakaan Nasional  berupaya untuk mewujudkan ekosistem digital nasional melalui transformasi perpustakaan," kata Syarif Bando saat membuka rangkaian hari ulang tahun HUT ke-42 Perpusnas yang digelar secaraa hybrid dari Teater Perpusnas Jakarta, Selasa (17/5/2022).

HUT Perpusnas tahun ini, mengusung tema 'Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional'.

Syarif Bando memaparkan, ada delapan upaya yang dilakukan Perpusnas untuk mewujudkan ekosistem digital nasional.

"Salah satunya integrasi perpustakaan yakni perpustakaan sebagai media integrasi pengetahuan dan kolaborasi antar ilmuwan, dan menemukan solusi terbaik secara multiperspektif," katanya. 

Kedua, lanjut Syarif, perpustakaan melakukan visualisasi data, baik data terstruktur maupun data tidak terstruktur.

Baca juga: Pemprov DKI Dukung Penuh Jakarta Jadi Tuan Rumah Kongres Asosiasi Penerbit Internasional ke-33

Ketiga, perpustakaan mendokumentasikan dan mengemas dalam format multimedia setiap modal intelektual (intellectual capital) masyarakat.

Keempat, perpustakaan menggunakan teknologi semantik (semantic technologies) untuk memudahkan pencarian cerdas berbagai sumber pengetahuan bagi masyarakat.

"Kelebihan teknologi semantik adalah kemampuan untuk menggali sumber ilmu pengetahuan secara online, tidak perlu membuka halaman web satu per satu, dengan memanfatkan agen untuk menjelajahi ribuan situs web," katanya. 

Kelima, perpustakaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan memanfaatkan teknologi big data mining menyebarluaskan berbagai jenis data ke masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

"Data mining bertujuan membuat data yang melimpah di perpustakaan lebih bermanfaat berdasarkan pola yang dihasilkan dari proses analisis data," terang Syarif.

Keenam, tambahnya, perpustakaan juga perlu menyesuaikan perkembangan demografi dan perubahan perilaku generasi milenial dalam akses dan penggunaan informasi dan pengetahuan.

Generasi milenial membaca dan menyerap pengetahuan menggunakan media sosial seperti YouTube, TikTok, Podcast, dan sebagainya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved