Daging Sapi

Dharma Jaya Karantina Sapi yang Berasal dari Daerah Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku

Raditya mengatakan, pihaknya akan menunda penurunan hewan dari truk jika sapi hidup dikirim dari daerah terindikasi PMK.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan sapi asal NTT di kandang Dharma Jaya di Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. BUMD DKI Jakarta itu menargetkan ada 1.000 ekor sapi kurban yang dapat dijual saat Idul Adha 1442 H pada pertengahan Juli 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Perumda Dharma Jaya mengklaim rutin melakukan skirining kesehatan terhadap sapi yang datang dari daerah lain dan masuk ke Jakarta.

Tujuannya, untuk mendeteksi dan menghindari peredaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

“Kami ansitipasinya tentu memastikan bahwa sumber sapi yang diambil dari tempat yang aman. Kedua, sapi yang masuk ke Dharma Jaya itu sebelum turun dari truk kami sudah harus skrining, terutama sapi dari daerah terindikasi,” kata Direktur Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman pada Selasa (17/5/2022).

Raditya mengatakan, pihaknya akan menunda penurunan hewan dari truk, jika sapi hidup dikirim dari daerah terindikasi PMK.

Petugas kesehatan hewan akan lebih dulu melakukan tes di atas truk dan mengambel sampel untuk diuji ke dalam laboratorium.

Sambil menunggu hasilnya, hewan ternak sementara dikarantina di tempat yang disediakan.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Pasar Ciputat Diperkirakan Tembus Sampai 180 Ribu/Kg

Untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta.

“Kalau memang ada indikasi, kami suruh keluar dan kami pulangkan ke daerah asal. Tapi selama ini, dan mulai sekarang sudah kami seleksi daerah-daerah mana yang kira-kira aman, di situ sapi kami ambil,” ujar Raditya.

Menurut dia, ada beberapa daerah yang menjadi sumber pengiriman hewan sapi potong.

Mulai dari Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Tengah.

Baca juga: Potensi Bisnis Sapi Perah Masih Menjanjikan, Termasuk Bagi Kaum Perempuan

“Itu sapi hidup dan biasanya kami jual lagi, tapi nggak dipotong. Jadi, kami trading sapi di Dharma Jaya,” ucapnya.

Hingga kini, Raditya juga rutin berkoordinasi dengan pemasok sapi dari berbagai daerah yang dianggap aman terhadap penyebaran PMK.

Apalagi dalam waktu dekat, masyarakat Indonesia, terutama DKI Jakarta akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang identik dengan pemotongan hewan sapi, kerbau, domba dan sapi.

“Antisipasi dari sekarang kami sudah mulai konsolidasi dengan daeerah aman, itu kami kumpulkan. Untuk data sapi di Dharma Jaya sebulan sekitar 500-600 ton,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved