Selasa, 5 Mei 2026

Hepatitis

4 Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Pada Pasien Hepatitis Akut

Saat ini sudah ada tiga anak yang meninggal dunia di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat karena suspek hepatitis akut misterius.

Tayang:
ist via Metro
Ilustrasi - mengapa hepatitis akut menyerang anak-anak 

Empat Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut Misterius

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap, ada empat langkah penting terhadap penanganan hepatitis akut misterius.

Saat ini sudah ada tiga anak yang meninggal dunia di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat karena suspek hepatitis akut misterius.

“Masyarakat perlu memahami penanganan pertama pada gejala hepatitis akut misterius,” demikian informasi yang dikutip dari akun Instagram @dinkesdki pada Senin (16/5/2022).

Dinkes mengatakan, langkah awal adalah waspada gejala hepatitis pertama seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan dapat disertai dengan demam ringan.

Baca juga: Dokter Dinar Handayani Minta Orang Tua tak Panik meski Hepatitis Akut pada Anak Berbahaya

Kedua, jika muncul gejala awal, hendaknya tidak panik.

“Segera bawa pasien ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan,” ucapnya.

Langkah ketiga sebelum berakibat fatal, jangan menunggu muncul gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning.

Upaya ini dilakukan agar pasien tidak terlambat mendapatkan pertolongan.

“Keempat, jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke rumah sakit dengan fasilitas ICU Anak,” imbuhnya.

Baca juga: Cegah Hepatitis Akut, Sekolah Diminta Pastikan Kantin Bersih dan Penjual Makanan Pakai Sarung Tangan

“Kementerian Kesehatan mengimbau para orangtua untuk tidak panik dalam menghadapi virus hepatitis akut misterius,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap, ada 21 kasus dugaan hepatitis akut misterius di Jakarta.

Ilustrasi - penanganan hepatitis akut misterius pada anak-anak
Ilustrasi - penanganan hepatitis akut misterius pada anak-anak (freepik.com)

Bahkan tiga bocah di antaranya yang menjadi pasien di RSUPN Dr. Ciptomangun Kusumo, Jakarta Pusat sampai meninggal dunia.

“Seperti yang disampaikan kemarin data sementara ada 21 kasus yang diduga terkait hepatitis akut. Namun demikian, ini masih dalam proses penyelidikan epidemiologi,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (11/5/2022).

Ariza berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit ini.

Karena itu, dia meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama memastikan makanan dan minuman yang disantap dalam keadaan bersih.

“Untuk yang 21 kasus ini sedang dalam tahap proses penanganan dan penyelidikan. Mudah-mudahan tidak terkait dengan hepatitis akut harapan kita bersama,” ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini. 

RSUD Jadi Rujukan 

Kementerian Kesehatan menunjuk rumah sakit (RS) di bawah Kemenkes, sebagai fasilitas kesehatan rujukan bagi pasien bergejala Hepatitis akut.

"Jadi kita sudah meminta pemerintah daerah menunjuk rumah sakit umum daerah sebagai rujukan penanganan kasus Hepatitis akut," kata Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi, dalam kegiatan virtual, Jumat (14/5/2022).

Sedangkan untuk rujukan nasional, disiapkan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.

Baca juga: Pekan Depan Komisi IX DPR Bakal Bahas Hepatitis Akut dengan Kementerian Kesehatan

"Jadi semua siap juga untuk memberikan pengobatan," imbuh perempuan berhijab ini.

Kemenkes juga menambah tiga laboratorium pemeriksa sampel pasien yang bergejala hepatitis akut.

Sebelumnya hanya laboratorium FKUI, kini ditambah laboratorium RSPI Sulianti Saroso, laboratorium nasional di Litbangkes Kemenkes (laboratorium penyakit infeksi Prof Dr Sri Oemijati), dan Nusantik.

"Ini adalah beberapa laboratorium yang kita siapkan kalau daerah akan mengirimkan pemeriksaan sampel pasien," jelasnya.

Meski belum diketahui pasti penyebabnya, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI Prof Dr dr Hanifah Oswari SpA menyebutkan, secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, dan BAB berwarna putih pucat.

Baca juga: 18 Pasien Suspek Hepatitis Akut di Indonesia Tak Alami Gejala Sesak Napas

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.

Karena, kondisi tersebut menunjukkan infeksi Hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil. (Rina Ayu)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved