Partai Golkar

Partai Golkar DKI Solid Dukung Airlangga Hartarto Ketua Umum, Ahmed Zaki Iskandar: Tolak Munaslub

Partai Golkar DKI Jakarta solid mendukung kepemimpinan Airlangga Hartarto. Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menolak Munaslub.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto
Wartakotalive/Miftahul Munir
Partai Golkar DKI Jakarta solid mendukung kepemimpinan Airlangga Hartarto. Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menolak Munaslub yang disuarakan pihak-pihak yang ingin merusak Golkar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta memastikan bakal tetap solid berada di barisan komando Airlangga Hartarto.

Hal itu dikatakan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar untuk menanggapi isu liar penggulingan Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar lewat musyawarah nasional luar biasa (Munaslub).

“Terkait isu Munaslub yang saat ini berkembang, saya kira ini dihembuskan  pihak-pihak yang ingin mengganggu soliditas Partai Golkar. Saat ini Golkar kompak di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Airlangga Hartarto,” kata Zaki dalam keterangan resmi yang dikirim ke Wartakotalive.com, Kamis (12/5/2022).

Tidak hanya itu, kata Zaki, Golkar DKI tetap berkomitmen mendukung Airlangga sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2024.

Hal ini didorong atas keinginan para kader, yang berharap adanya elit partai berlambang Pohon Beringin tersebut memenangkan Pemilu seperti 1997 silam.

Baca juga: Amien Rais Desak Jokowi Pecat Luhut, Legislator Golkar: Sebaiknya Perbanyak Ibadah di Bulan Ramadan

“Jadi, jika ada pihak-pihak yang ingin melaksanakan Munaslub di luar koridor aturan partai, Golkar DKI Jakarta adalah pihak yang pertama menolak hal itu,” tegas Zaki.

Kepempimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar tak tergoyahkan. Kabar adanya gerakan di internal Partai Golkar yang akan mendongkel Airlangga Hartarto dibantah ramai-ramai oleh elit beringin.

Informasi yang menyebut akan terjadi Munaslub Golkar dipastikan hanya hoaks. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar HAM Nurdin Halid menegaskan, munaslub adalah hal luar biasa yang tidak bisa sembarang digelar.

Menurut Nurdin Halid, munaslub itu baru bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, melanggar AD/ART.

Baca juga: Soal Kemungkinan Golkar-Demokrat Berkoalisi di Pilpres 2024, Airlangga Hartarto: Peluang Selalu Ada

Sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART maka tidak ada alasan untuk melakukan munaslub.

Kedua, lanjut Nurdin Halid, apabila ketua umum jadi tersangka kasus hukum, atau ada perbuatan pidana lain yang dia lakukan.

Dari kriteria sesuai AD/ART Golkar itu, tidak ada yang terjadi pada diri Airlangga Hartarto. Dengan demikian, tidak alasan menghadirkan Munaslub Golkar. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved