Kamis, 16 April 2026

Waspada Hepatitis Akut, Diduga Penularan Lewat Fekal Oral dan Droplet

Ahli Gastrohepatologi Anak, DR dr. Muzal Kadim menyebutkan, dugaan awal sumber penularan dari hepatitis akut ini adalah fekal oral dan droplet.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
Tangkapan layar Wartakotalive.com/ Mochammad Dipa
Ahli Gastrohepatologi Anak, DR dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) saat menjadi pembicara di acara Tanya IDAI Waspada Hepatitis Akut pada Anak yang digelar secara daring melalui Instagram IDAI, Minggu (8/5/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Penyakit Hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebab diduga telah masuk ke Indonesia, setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.

Kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Terkait dengan kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit ini.

Adapun gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan RI sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

''Selama masa investigasi, kami menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,'' kata dr. Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan, pada laman kemkes.go.id, Minggu (1/5/2022).

Meski belum diketahui pasti penyebab maupun sumber penularan dari penyakit hepatitis akut pada anak, Ahli Gastrohepatologi Anak, DR dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) menyebutkan, dugaan awal untuk sumber penularan dari hepatitis akut ini paling kuat adalah fekal oral yaitu lewat saluran pencernaan yang ditularkan melalui mulut, serta melalui saluran pernafasan atau droplet jika merujuk kepada Adenovirus yang diduga sebagai virus penyebab dari hepatitis akut ini.

“Kalau kita merujuk kepada yang paling mungkin sebagai penyebab ini adalah diduga Adenovirus walaupun sebenarnya Adenovirus selama ini adalah virus penyebab diare. Sampai sekarang pada kasus (hepatitis akut) yang ditemukan di Inggris, Amerika itu ada Adenovirus. Tapi apakah (Adenovirus) ini sebagai penyebab atau sebagai co-insiden saja, jadi masih ada faktor x yang belum diketahui,” ungkap dr. Muzal dalam acara Tanya IDAI Waspada Hepatitis Akut pada Anak yang digelar secara daring melalui Instagram IDAI, Minggu (8/5/2022).

Untuk mencegah risiko infeksi hepatitis akut ini, dr. Muzal menghimbau agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Kita harus mencegah semua penularan yang dari fekal oral, seperti cuci tangan, kebersihan makanan, kebersihan air dan jangan makan bersama atau menggunakan alat makan bersama kalau dicurigai ada yang menderita gejala hepatitis seperti demam, diare, mual muntah,” ujarnya.

Sementara untuk mencegah penularan hepatitis melalui droplet, ia menghimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

“Jadi karena diduga penyebab penularannya dari dua hal tersebut, kemungkinan besar penularan hepatitis akut ini bukan seperti hepatitis C dan D yang penularannya lewat aliran darah atau jarum suntik. Karena sifatnya akut biasanya penularannya lewat saluran cerna atau saluran nafas,” jelas dr. Muzal.     

Hepatitis sendiri sebenarnya bukan penyakit baru. Di Indonesia, pemerintah telah memberikan imunisasi gratis yang diberikan pada bayi untuk mencegah penyakit hepatitis.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved