Bulan Suci Ramadan

Ketua NU DKI: Alumni Ramadan Punya 3 Ciri untuk Capai Muhsin, Bagaimana Alumni 212

Tiga ciri utama alumni Ramadan sebagai syarat menjadi Muhsin yang disukai Allah SWT, kata PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif.

Editor: Suprapto

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Di dalam Al Quran disebutkan bahwa tujuan ibadah Puasa Ramadan adalah agar kita menjadi orang bertakwa. Ciri orang bertakwa itu ada tiga.

Pertama adalah orang yang mau berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Berinfak bisa juga diartikan bahwa orang tersebut memiliki kepedulian sosial.

Artinya seseorang yang puasanya diterima Allah SWT setelah selesai Ramadan, dia tetap senang berbagi, senang membantu, menolong, atau memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Ciri orang bertakwa yang kedua adalah yang orang bisa menahan emosi dalam bahasa lain mempunya kecerdasan emosional.

Dalam bahasa agama orang tersebut mempunyai kesabaran, baik kesabaran dalam ibadah seperti menahan ketika dihadapkan ke dalam kemaksiatan dan sabar ketika mendapat ujian dari Allah.

Kita juga dituntut bersabar dalam ibadah. Tidak hanya salat dan puasa, tetapi segala sesuatu yang dicintai Allah itu adalah bagian daripada ibadah, termasuk bekerja.

Memberikan pelayanan kepada masyarakat, ketika bekerja di kantor sebagai sopir, karyawan, semua adalah ibadah maka butuh kesabaran. Jadi, seseorang yang puasanya diterima Allah maka semakin produktif dalam bekerja.

Sabar bisa juga diartikan tahan atas maksiat. Insya Allah puasa kemarjn sukses. Mampu menahan makan dan minum dari subuh sampai maghrib.

Dalam pekerjaan banyak larangan-larangan, ingat pegawai nggak boleh korupsi, banyak yang tidak diperbolehkan. Itu stop dulu dan bersabar, kalau ibadah puasa substansinya dibawa dalam dunia keseharian, Insya Allah kita mampu menahan segala kemaksiatan.

Kita juga diminta tetap bersabar ketika mendapatkan musibah. Apa itu musibah? Perkara yang tidak kita sukai dan kita benci itu musibah.

Makan itu kan enak, tapi orang disuruh lapar dan lapar itu nggak enak dan itu musibah yang diperintahkan Allah tapi kita bisa. Itu hanya latihan untuk menguji kita agar bersabar ketika diuji oleh Allah.

Di dalam Al Quran disebutkan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Siapa orang-orang yang sabar?

Mereka manakala terkena musibah lalu mengatakan ‘Innalilahi wa innnalaihai rajiun’, kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Allah mengatakan dengan kalimat ‘Inna’ atau kita, apa maksudnya? Seakan-akan Allah ingin mengatakan ‘Hei hambaku yang saya uji bukan kamu sendirian, tapi yang saya uji itu orang banyak maka nggak boleh berlarut-larut dalam kesedihan karena kesedihannya sudah dibagi banyak orang'.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved