Berita Internasional

GOOGLE Ingatkan Pengguna Chrome dari Ancaman Peretas, Hacker Rusia Bobol Situs Coca Cola

Google menggingatkan para pelangga Chrome akan bahasa peretasan. Coca Cola jadi korban hacker atau peretas Rusia.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
dailymail.co.uk
Google menggingatkan para pelangga Chrome akan bahasa peretasan. Coca Cola jadi korban hacker atau peretas Rusia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Google telah memperingatkan miliaran pengguna Chrome bahwa browser telah ditargetkan oleh peretas.

Menurut manajemen Google, ada 30 kelemahan keamanan baru, termasuk tujuh yang menimbulkan ancaman 'tinggi' bagi pengguna.

Perusahaan teknologi sekarang merilis pembaruan dalam beberapa hari ke depan untuk memperbaiki bug, yang memengaruhi Windows, macOS, dan Linus, menurut pernyataan perusahaan.

Tidak jelas siapa yang meretas perusahaan, dan apakah keamanan pengguna terancam.

Detail peretasan lebih lanjut saat ini sedang dibatasi oleh perusahaan 'sampai sebagian besar pengguna diperbarui dengan perbaikan.'

"Kami juga akan mempertahankan batasan jika bug ada di perpustakaan pihak ketiga yang bergantung pada proyek lain yang serupa, tetapi belum diperbaiki," kata perusahaan itu juga.

Baca juga: Website setkab.go.id Diretas, Hacker Kirim Pesan Menohok kepada Pemerintah tentang Nasib Rakyat

Cara Perbarui Browser

Pengguna dapat memperbarui browser mereka secara manual melalui fitur pengaturan, tetapi Chrome akan memperbarui secara otomatis dalam beberapa hari.

Google baru-baru ini mengumumkan peningkatan peretasan ke Chrome dan browser lain dan beberapa perusahaan teknologi lainnya telah melaporkan kerentanan peretasan.

Perusahaan teknologi bergabung bersama untuk memerangi ancaman, di samping bantuan pengguna yang rajin, untuk mencegah kerentanan di masa depan.

Coca-Cola juga baru-baru ini diretas oleh grup atau hacker Rusia, yang kini menjual datanya.

Stormous mengatakan telah mencuri 161 gigabyte data keuangan, kata sandi, dan akun sebelum menempatkan informasi di pasar seharga $640.000 atau 16 juta Bitcoin.

Tim mengungkapkan pada hari Senin bahwa mereka telah menyusup ke perusahaan minuman dan keluar 'tanpa sepengetahuan mereka.' Coca-Cola mengatakan telah meluncurkan penyelidikan mendesak dan telah menghubungi polisi.

'Anda akan menang dan kami akan menang,' membaca pesan yang jelas dari grup, yang kemudian diposting di Twitter.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved