Senin, 4 Mei 2026

Tembok SMKN 69 Jakarta

Warga yang Rumahnya Terhalang Tembok SMKN 69 Jakarta, Harap Solusi dari Pemprov DKI

Rumah milik Bresman Marbun (61), yang akses jalan rumahnya tertutup tembok sekolah tersebut.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Ramadhan LQ
Rumah milik Bresman Marbun (61), yang akses jalan rumahnya tertutup tembok SMKN 69 Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebanyak 10 rumah di wilayah RT 011, RW 007, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terhalang aksesnya lantaran pembangunan tembok SMKN 69 Jakarta.

Satu di antaranya, yakni rumah milik Bresman Marbun (61), yang akses jalan rumahnya tertutup tembok sekolah tersebut.

Pria yang akrab disapa BR itu meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat menemukan solusi terbaik atas permasalahan itu.

BR bahkan telah mengetahui permasalahan tersebut sudah sampai di telinga Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria.

"Ini sudah sampai ke pak wakil gubernur, katanya akan segera datang melihat kami warganya," ujar dia, saat ditemui di rumahnya pada Minggu (24/4/2022) siang.

"Saya yakin nurani bapak akan tersentuh, jadi tolonglah pak cepatlah datang, jumpai kami," sambungnya.

Baca juga: Bresman Marbun Menyeritakan Awal Cerita Akses Rumah Warga Terhalang oleh Tembok SMKN 69 Jakarta

BR khawatir hal serupa terjadi di wilayah lain, tetapi warganya tak berani untuk bersuara.

"Mungkin pembangunan SMKN 69 ini, mungkin ada sekolah-sekolah lain mengalami seperti kami, tapi mungkin karena ketidaktahuan, karena tidak berani bersuara. Jadi hanya diam," kata BR.

Adapun tembok sudah mulai dibangun melingkari SMKN 69 pada 2019 silam, tetapi akses jalan menuju rumahnya belum tertutup.

Hal tersebut lantaran masih ada ruang bagi BR serta keluarganya untuk lewat.

Baca juga: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Tembok di Pejaten Barat

Namun, sejak 14 April 2022, penutupan tembok depan rumah BR benar-benar dilakukan.

Ia mengeluhkan akses jalan dari rumahnya ke Jalan Swadaya Rawabadung dibangun tembok.

Seharusnya, kata dia, tak perlu dibangun tembok agar jika dalam kondisi darurat, akses keluar-masuk rumahnya bisa cepat.

Ia khawatir penyakit jantung yang diderita istrinya tiba-tiba kambuh.

Baca juga: Ibas Bandingkan Tembok Mural Desa di Pacitan yang Dibangunnya dengan Tembok Berlin

Sehingga perlu akses jalan yang cepat guna membawa istrinya ke mobil.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved