Sabtu, 18 April 2026

Hari Bumi

Keterlibatan Perempuan Dalam Menjaga dan Merawat Bumi

ESG (Environmental, Social and Governance) telah menjadi isu utama dan barometer bagi perusahaan untuk dapat bertahan sejak pandemi Covid-19.

Istimewa
Pembicara Herry Ginanjar (pakar ESG) dan Emilia Bassar (Climate Reality Leader & CEO CPROCOM), dan bawah: pembicara Linda Gurning (pakai Sustainabilty) dan moderator Ratna Kartika (Majalah PR Indonesia) pada webinar Climate Communication Forum (CCF) bertemakan “Emphasizing the S (Women) in The ESG Communication” yang diselenggarakan oleh Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) hari Jumat 22 April 2022 di Bogor melalui zoom meeting 

ESG tidak hanya dilihat sebagai tantangan perusahaan jika perusahaan belum siap atau karena frameworknya yang kompleks.

Namun, ESG perlu dilihat sebagai peluang dalam meningkatkan ketertarikan investor untuk meningkatkan investasi, sehingga dapat menguntungkan pemangku kepentingan perusahaan.

Herry Ginanjar, pakar ESG, mengatakan bahwa mendukung SDGs poin 5, yaitu kesetaraan gender.

“Dalam berkomunikasi dengan pemangku kepentingan, termasuk kelompok perempuan, perusahaan harus mendudukkan perempuan sebagai subyek. Komunikasi dengan pendekatan multi-stakeholder participation akan membangun terciptanya ekosistem melalui program ESG,” ujar Herry.

Emil menambahkan bahwa perusahaan atau organisasi dapat melakukan survei untuk menetapkan baseline kesadaran perempuan yang berfungsi untuk merancang program komunikasi ESG bagi perempuan.

“Kita juga bisa memberikan wadah untuk dialog dan feedback perempuan terkait isu- isu ESG, dan memfasilitasi kemitraan,” jelas Emil.

Linda memberikan beberapa rekomendasi terkait perempuan dan ESG, yaitu: penerapan kebijakan gender yang mencakup Gender Action Plan (GAP), pemilahan data berbasis gender untuk situasi risiko perubahan iklim, peningkatan kapasitas dan pemahaman mengenai gender bagi pembuat kebijakan, alokasi dana khusus bagi perempuan untuk mengatasi kerentanannya dalam krisis iklim, dan menerapkan mekanisme dan pendekatan proaktif kepada perempuan.

Strategi Komunikasi ESG

Untuk membangun strategi komunikasi ESG yang efektif, Emil menjelaskan, perencanaan strategi komunikasi ESG dimulai dari research dan analisis situasi dengan menggunakan PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) misalnya.

Tahap selanjutnya adalah menentukan SMART Objectives, menyusun key messages, serta menentukan audiens, media, dan taktik komunikasi yang kreatif dan terukur.

Strategi komunikasi ESG bertujuan untuk meningkatkan minat investor, komunikasi yang transparan dan empatik, serta menyampaikan metrik pengukuran ESG organisasi. (*) 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved