Jumat, 10 April 2026

Wapres RI KH Ma'ruf Amin Luncurkan Program 5.000 Santripreneur, Bantu Santri Jadi Usahawan

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin meluncurkan program 5.000 Santripreneur.

dok. Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin meluncurkan program 5.000 Santripreneur. 

WARTAKOTALIVE.COM - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin meluncurkan program 5.000 Santripreneur.

Santripreneur merupakan sebuah program pembinaan, pendampingan dan pelatihan bisnis serta bantuan modal usaha yang ditujukan kepada para santri yang ingin menggeluti usaha.

Program Santripreneur merupakan program lanjutan Baznas dari program sebelumnya yang sudah ada, yakni Baznas Milenialpreneur yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 lalu.

Namun yang membedakan, Baznas Santripreneur lebih ditujukan untuk para santriwan atau santriwati lulusan pondok pesantren berusia 17 sampai 30 tahun yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dan aktif di bidang wirausaha.

peluncuran program 5.000 Santripreneur (1)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin meluncurkan program 5.000 Santripreneur.

Program Baznas Santripreneur mendapat sambutan baik dari Wapres RI, yang menyebut program ini sangat bermanfaat dan merupakan buah positif dari dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat melalui Baznas.

“Kita patut bersyukur bahwa pengumpulan ZIS oleh Baznas dalam sepuluh tahun terakhir tumbuh positif, rata-rata tumbuh 34  persen per tahun. Ini gambaran tingginya kesadaran masyarakat menunaikan ZIS sekaligus cermin dari kedermawanan dan solidaritas umat," kata Wapres Ma'ruf, di Gedung Baznas RI, Jakarta, Rabu (20/4/2022).

Menurut Wapres Ma'ruf adanya santripreneur ini menjadikan santri tidak hanya pintar mengaji tapi juga bisa menjadi usahawan.

“Santripreneur ini saya sebutnya Gusiwan (Santri bagus pinter ngaji usahawan) jadi memang santri tidak hanya pintar ngaji, memang dia harus menjadi mutafakkih fiddin, karena memang ada liyatafakkahu fiddin tapi juga ada perintah untuk imaaratu al-ard di samping tafakkuh fiddin, bagaimana memakmurkan bumi, memberikan tanggung jawab kepada kamu untuk memakmurkan bumi,” ungkapnya.

Wapres Ma'ruf juga megapresiasi upaya Baznas dalam mengawal pengelolaan zakat berdasarkan prinsip 3A, yakni Aman Syariah, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

“Saya juga megapresiasi upaya Baznas dan jajarannya untuk terus mengawal pengelolaan zakat dengan prinsip 3A Aman Syariah, Aman Regulasi, dan Aman NKRI," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA menjelaskan, program Santripreneur ini merupakan bentuk kepedulian Baznas kepada para santri untuk semakin berkembang dalam setiap aspek, termasuk penguatan pesantren dan segala unsur di dalamnya.

Dalam upayanya membantu perkembangan santri, Baznas juga telah memiliki berbagai program pemberdayaan baik itu di bidang pendidikan maupun perekonomian.

"Santripreneur ini sekaligus untuk memperkuat pesantren dan lingkungannya, dan tentu saja sekaligus memperkuat ekonomi syariah di Indonesia,” ujar Noor.

Untuk urusan pesantren, lanjut Noor, Baznas juga telah banyak program yang diluncurkan di antaranya adalah Kita Jaga Santri, yang merupakan beasiswa santri yang telah Baznas luncurkan ke 23.000 santri dari yang mendaftar 250.000 lebih.

“Jadi masih sangat banyak yang perlu kita luncurkan lagi. Kemudian pengembangan ekonomi pesantren yang kita juga bekerja sama dengan beberapa pesantren, Alhamdulillah," kata Noor.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved