Ramadan
Narapidana Lapas Kelas IIA Karawang Manfaatkan Bulan Ramadan dengan Belajar Baca Alquran
Bulan Ramadan ii menjadi kesempatan emas narapidana di Lapas Kelas IIA Karawang belajar membaca Alquran.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Bulan suci Ramadan menjadi momentum umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak kegiatan ibadah.
Aktivitas Ramadan banyak ditemui di tengah-tengah lingkungan masyarakat.
Baca juga: Perawatan Pesawat TNI Dilakukan GMF, Gerindra: Menyelamatkan Garuda Sikap Resmi Prabowo
Apalagi tahun ini pemerintah memperbolehkan seluruh kegiatan ibadah dilaksanakan berjamaah di masjid.
Suasana bulan suci Ramadan juga kental terasa di Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang.
Sebab di dalamnya terdapat pondok pesantren bagi narapidana untuk menimba ilmu agama Islam.
Kehadiran Pondok Pesantren Nurul Iman di Lapas Karawang yang diresmikan pada Hari Santri 22 Oktober 2021 lalu membuat kesan gelap nan menyeramkan jeruji besi tahanan seketika hilang.
Pantauan Wartakotalive.com, seluruh santri yang merupakan warga binaan itu sedang khusyuk mendengar tausiah ustaz.
Baca juga: Polsek Sawah Besar Kerahkan Ratusan Aparat untuk Pengamanan Ibadah Paskah di Gereja Katedral
Mereka terlihat serius mendengar ceramah, dan sesekali melemparkan sejumlah pertanyaan.
Selepas mendengar tausiah, para santri itu langsung mengambil posisinya masing-masing dengan berbaris untuk belajar membaca Al-Quran maupun Iqro.
Para santri warga binaan di Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Karawang itu mulai dari anak muda dan banyak juga yang sudah tua.
Meski demikian terlihat semangatnya yang kuat untuk membaca Al-Quran dan Iqro.
Baca juga: Maher Zain Manfaatkan Ramadan, Rilis Dua Single Religi Baru yang Enak Didengar
Ujang Jayadi (40) warga binaan yang juga santri di Pesantren Nurul Iman Lapas Kelas II A Karawang mengaku senang atas kehadiran pondok pesantren ini.
Diakuinya, sebelum ada pesantren ia mengaku hanya mengaji atau membaca Al-Quran sendirian di masjid lapas, kemudian kembali ke sel.
"Setelah adanya pesantren, tentu sangat berbeda. Banyak yang saya pelajari soal ilmu agama di dalam pesantren, apalagi saat bulan Ramadan gini," katanya.
Ketua Santri Pondok Pesantren Nurul Iman Lapas Karawang juga mengungkapkan para santri juga memiliki asrama sendiri di dalam lapas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/santri-lapas-karawang.jpg)