Rabu, 15 April 2026

Kesehatab

Kerja Keras Para Kader Program Eliminasi TBC di Bogor Terhambat Jumlah Labolatorium TCM

Khafidhoh menyebutkan bahwa sampai saat ini Kabupaten Bogor masih kekurangan laboratorium TCM

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Aktivitas para kader yang bertugas menanggulangi endemi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bogor. 

Menurut Alwin, idealnya setiap puskesmas memiliki kaboratorium TCM sehingga pemeriksaan sampel dahak dari terduga pasien TBC bisa selesai di puskesmas setempat.

Dengan demikian maka pemeriksaan bagi pasien bisa lebih cepat dan dekat.

Artinya Kabupaten Bogor membutuhkan 96 laboratorium TCM lagi.

Karena terbatasnya jumlah laboratorium tersebut terkadang kader harus rela sampel dahak yang telah ia dapatkan dengan susah payah harus dibuang karena sudah rusak.

Baca juga: Selama Pandemi Virus Corona Angka Kematian Pasien TBC Sangat Tinggi, Perlu Perhatian Pemerintah

“Ada laporan kader, sampel dahak yang dibawa ke puskesmas dibuang karena petugas laboratorium tidak ada di tempat sehingga sampelnya rusak,” ujar staf program SSR Irwan Irawan.

Padahal selama ini Yayasan Akses Sehat Indonesia telah mengupayakan dengan mendorong kader TBC untuk melakukan ‘jemput bola’ yaitu dengan mengambil langsung sampel dahak dari suspek pasien TBC.

Akan tetapi kapasitas laboratorium tidak mendukung sehingga petugas laboratorium kewalahan dalam melakukan tugasnya.

Tentu hal tersebut tidak sejalan dengan harapan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang menginginkan sinergisitas dari berbagai sektor dalam melakukan program Eliminasi TBC tersebut.

Sebelumnya Wakil Supervisor TBC Dinkes Kabupaten Bogor Aan Setiawan menyatakan dalam menangani endemi TBC di daerahnya tersebut membutuhkan peran dari komunitas non-pemerintah.

Namun ternyata itu tidak dibarengi dengan fasilitas yang mumpuni.

Komunitas khususnya Yayasan Akses Sehat Indonesia yang telah bekerja bersama para kader TBC selama kurang lebih tiga tahun ini berharap agar pemerintah khususnya Dinkes Kabupaten Bogor segera menambah laboratorium TCM agar usaha para kader TBC yang sudah dengan susah payah mendapatkan sampel dahak tersebut dapat dites dengan optimal tanpa ada sampel yang terbuang lagi.

Hal itu karena menurut Irwan juga berpengaruh terhadap semangat para kader TBC.

“Mereka itu relawan yang terjun ke lapangan yang tidak jarang harus menempuh jarak berkilo-kilometer untuk mendapatkan sampe dahak, namun pahitnya sampel dahak itu harus dibuang karena keterbatasan laboratorium

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved