Demo Mahasiswa
Ojol Selamatkan HP Ade Armando yang Ingin Dirampas Saat Pengeroyokan
Ia sempat berbincang dengan Ade yang mengatakan bahwa pengeroyok bukanlah mahasiswa.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli yang juga sahabat pegiat media sosial Ade Armando, mengatakan saat Ade dikeroyok massa perusuh di depan Gedung DPR, handphone (HP) Ade Armando hendak dirampas pengeroyok.
Namun kata Romli, HP diselamatkan seorang driver ojek online (ojol) yang kemudian mengantar dan mengembalikan HP ke rekan Ade Armando.
"Saat Ade Armando dianiaya, HPnya juga mau dirampas, tapi diselamatkan driver ojol, kemudian driver ojol itu telp no paling atas, rekan kantor Ade Armando. Kemudian diminta diantar ke kantor. Dan diantar. Di tengah kebringasan, masih ada orang baik. Terima kasih driver ojol," kata Romli di akun twitternya, Selasa (12/4/2022).
Romli mengatakan dirinya juga turut menyambut Ade Armando saat dibawa ke rumah sakit. Ia sempat berbincang dengan Ade yang mengatakan bahwa pengeroyok bukanlah mahasiswa.
Baca juga: Minta Pengeroyokan Ade Armando Diusut Tuntas, Puan: Hukum Tak Boleh Dikangkangi Pelaku Kekerasan
"Saat saya sambut Ade Armando turun dari ambulans masuk ke IGD, dia masih sadar dan bilang 'yang ngeroyok saya bukan mahasiswa, saya kan dukung aspirasi mahasiswa, yang ngeroyok itu penyusup, orang-orang pengecut'," tambah Romli.
Sebelumnya Romli bereaksi keras terhadap pengeroyokan yang dialami oleh Ade Armando.
Baca juga: Moeldoko: Cari Pengeroyok Ade Armando, Temukan, Tindak Tegas!
“Ade Armando itu sosok paling keras menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, makanya dia datang dan ikut demo, tapi dia dianiaya oleh penyusup, preman-preman yg suka bawa-bawa agama. Bener-bener biadab! Ingat setiap kejahatan pasti ada balasannya!,”kata Romli.
Guntur Romli menduga, orang-orang yang memukuli Ade Armando merupakan oknum yang menyusup dan intoleran.
“Ada yang nyebut Ade Armando naif datang ke demo hari ini, tapi Ade punya tujuan mulia, ingin menyelamatkan demokrasi dengan menolak penundaan pemilu, yang tak terduga banyak penyusup-penyusup, preman-preman intoleran, radikal yang selama ini bawa-bawa agama yang tiba-tiba mengaku ingin selamatkan demokrasi,” lanjutnya.
Menurut Guntur pengeroyok Ade Armando merupakan preman radikal dan garis keras. Di mana selama ini selalu mempolitisasi agama.
Baca juga: Ade Armando Dikeroyok Saat Demonstrasi Mahasiswa, Ketua JoMan: Pelakunya Teroris Demokrasi
“Penganiayaan biadab terhadap Ade Armando adalah bukti preman intoleran, radikal dan garis keras yang selama ini mempolitisasi agama tidak bisa dipercaya kalau koar-koar ingin selamatkan demokrasi, mereka justeru merusak demokrasi, saya semakin percaya mereka memang tidak ada tempat di demokrasi ini,” jelasnya.
Sebelumnya pegiat media sosial Denny Siregar membagikan foto terbaru kondisi Ade Armando, korban pengeroyokan massa perusuh di depan Gedung DPR, Senin (11/4/2022) sore.
Ade dirawat di RS Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat.
Baca juga: Dianggap Public Enemy seperti Ade Armando, Denny Siregar Diingatkan Hati-hati saat Bepergian
Dalam foto yang dibagikannya, Ade tampak mengalami luka lebam di wajah terutama di sekitar kedua matanya. Di tangan Ade menempel selang medis pengobatan.
Ade mengenakan masker biru dan baju pasien rawat inap, putih bergaris biru.
Baca juga: Polisi Identifikasi Pengeroyok Ade Armando dan Emak-Emak Provokator, Tinggal Ditangkap
Di caption foto, Denny menuliskan bahwa kondisi Ade Armando kini sudah jauh lebih baik.
"Untuk yang nanya kabar bang Ade. Beliau sudah aman dan tidak terlalu parah. Cepat sembuh, bang Ade.. Dan makasih untuk mahasiswa, polisi dan orang-orang yang sudah menyelamatkan beliau dari buasnya hyena pengecut yang maennya keroyokan," kata Denny.
Sebelumnya Ade Armando disebutkan sempat mengalami muntah dan kepalanya dijahit.
Baca juga: Saksi Mata: Cekcok Dengan Ibu-Ibu, Sebelum Ade Armando Dikeroyok
Namun Ade Armando masih dapat diajak bicara, baik dengan dokter maupun rekan-rekan yang menjenguknya di rumah sakit (RS).
Hal itu dikatakan Sigit Widodo, rekan Ade Armando di Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Senin malam.
Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memastikan pihaknya sudah memberikan perawatan rumah sakit, terhadap pegiat media sosial Ade Armando yang dikeroyok sekelompok massa perusuh di depan gedung DPR, saat aksi demonstrasi mahasiswa, Senin (11/4/2022) sore.
Baca juga: Saat Selamatkan Ade Armando, Polisi Dapat Penganiayaan dan Lemparan Batu Dari Massa Aksi Unjuk Rasa
Selain itu, Fadil memastikan pihaknya sudah mengidentifikasi para pelaku pengeroyokan.
"Kami sudah mengidentifikasi kelompoknya. sekaligus orang-orangnya (penganiaya Ade Armando)," katanya, Senin malam.
Menurut Fadil, secepatnya pihaknya bakal menangkap pelaku dan melakukan upaya penegakan hukum kepada massa perusuh yang menyusup di barisan mahasiswa.
Karenanya Ia menyarankan agar pelaku segera menyerahkan diri sebelum aparat kepolisian menjemputnya.
"Yang terpenting juga beliau (Ade Armando) sudah mendapat perawatan maksimal tim dokter," ucap Fadil.
Baca juga: Satu Terduga Pengeroyok Ade Armando Hanya Numpang Alamat di Klender
Fadil memastikan juga akan mendalami siapa saja yang melakukan provokasi, termasuk emak-emak yang memprovokasi massa untuk menganiaya Ade Armando.
Karena dari teriakan itu mengakibatkan penganiayaan dan melukai Ade Armando hingga terkapar.
Baca juga: Pos Polisi di Dekat BPK RI Dibakar Massa Perusuh, Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembakaran
"Kami pelajari ada orang yang menggerakkan, ada yang memprovokasi," tegas mantan Kapolda Jawa Timur.
Saat ini katanya sudah ada 80 orang diamankan ke Polda Metro Jaya dan masih di dalami peranannya di aksi unjuk rasa.
Jika massa itu tidak melakukan anarkis maka akan segera dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Baca juga: Demo Mahasiswa di Bone Memanas, Massa Coba Tembus Barikade Brimob untuk Merangsek ke Gedung DPRD
Seperti diketahui Ade Armando dianiaya massa perusuh di depan Gedung DPR RI.
Puluhan anggota polisi lalu itu membelah barisan massa yang mengerubungi dan menganiaya Ade Armando.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heryatno langsung menggendong Ade Armando menggunakan kedua tangannya.
Baca juga: Saat Selamatkan Ade Armando, Polisi Dapat Penganiayaan dan Lemparan Batu Dari Massa Aksi Unjuk Rasa
Saat itu, massa tetap melempari botol dan batu ke arah polisi yang mengevakuasi ade Armando.
Barisan polisi ini berusaha melindungi komandannya yang tengah menyelamatkan Ade Armando.
"Minggir-minggir kasih jalan kasih jalan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ade-Armando-Bonyok-2.jpg)