Selasa, 14 April 2026

Demo Mahasiswa

Ariza Sesali Pelajar SMK yang Harusnya Ikut PTM, Malah Demo Bareng Mahasiswa

Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyesali saat tahu ada pelajar SMK yang ikut-ikutan demo bersama mahasiswa.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak menyangka ada rombongan pelajar SMK yang terlibat pada demo mahasiswa. Menurutnya, pelajar sebaiknya PTM. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyesalkan adanya siswa SMK kelas XII yang terlibat dalam aksi unjuk rasa di Istana Merdeka dan DPR RI, Senin (11/4/2022).

Seharusnya para remaja itu fokus belajar di sekolah, apalagi mereka akan menginjak pendidikan ke jenjang berikutnya yakni perguruan tinggi.

“Tentu ini jadi pembelajaran dan kami sudah ingatkan, bukan berarti menutup ruang demokrasi bagi para pelajar,” kata pria yang akrab disapa Ariza ini, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Awalnya Hanya Kru, Shindy Huang Kini Dikenal Lewat Film Bebas hingga Series Pretty Little Liars

“Tapi pelajar sebaiknya fokus pada sekolah, apalagi memasuki perguruan tinggi, yang kelas 12 fokus di sekolah,” imbuhnya.

Ariza meminta kepada para siswa tersebut agar tidak terbawa suasana para mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi. Sebaiknya segala gagasan yang akan disampaikan kepada pemerintah, diwakilkan oleh teman-teman mahasiswa dari universitas maupun perguruan tinggi.

“Biarlah aktivitas ini kita beri kesempatan kepada kakak-kakak yang di kemahasiswaan, pelajar tidak usah ikut. Harapan kami para guru, orang tua menjaga anak-anaknya jangan sampai nanti pelajar yang tidak mengerti, asal ikut-ikutan sehingga malah menjadi korban,” jelasnya.

Ariza juga mengingatkan kepada para pendemo bahwa yang terpenting dalam berunjuk rasa bukanlah dari jumlah massa yang datang. Namun mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini menyebut, substansi dari gagasan yang disampaikan jauh lebih penting dari aksi tersebut.

Baca juga: Polsek Palmerah Amankan Sembilan Orang Pedemo saat Melintas di Slipi Menuju Gedung DPR RI

“Tidak penting ukuran demo dalam jumlah besar, yang penting adalah substansinya. Apa isi yang disuarakan dan bagaimana kita bersama atas ide, gagasan dan prinsip yang baik dapat diimplementasikan untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Karena itulah, kata dia, para mahasiswa diminta menyampaikan aspirasinya lewat kanal yang disediakan, melalui DPR-MPR, pemerintah pusat ataupun Pemprov DKI Jakarta.

Sekalipun harus berunjuk rasa, mahasiswa dan elemen masyarakat yang terlibat agar menahan diri dan jangan mudah terpancing emosi, sehingga tidak berujung anarkis.

“Jangan sampai ada aksi-aksi yang anarkis atau merusak ketertiban, fasos dan fasum, apalagi teman-teman mahasiswa, saya sangat yakin mereka punya idealisme tinggi, punya komitmen yang besar dan menyuarakan suara rakyat,” ucapnya.

Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Bengkel Motor di Warakas, Lima Orang Penghuni Tewas Terpanggang

“Suara masyarakat banyak, bukan kepentingan orang tertentu, kelompok tertentu. Silakan disampaikan dengan cara baik, dan apapun isinya untuk kepentingan bangsa negara,” lanjutnya.

Meski begitu, Ariza menghormati keputusan elemen masyarakat dan mahasiswa dari BEM SI yang berunjuk rasa menyampikan gagasannya. Apalagi aksi demonstrasi dilindungi undang-undang di Indonesia yang menganut sistem pemerintahan demokrasi.

“Kami menghormati proses demokrasi, Indonesia ini negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Kita bersyukur proses pemilu, pilkada sampai pilkades sejauh ini sejak pemilu langsung tahun 2004 sampai hari ini berlangsung dengan baik dan ini menjadi kebanggaan kita, sebuah bangsa kebesaran harus kita jaga dan hormati,” katanya.

“Sejak reformasi kita bersyukur, bangsa kita mendapat kesempatan dalam memberikan pendapat dan, ada kebebasan berpendapat namun harus bertanggung jawab,” sambungnya.

Baca juga: Polisi Korban Pengeroyokan Massa Dirawat di RS Polri Kramat Jati karena Alami Luka

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved