Senin, 13 April 2026

Ramadan

IKAPPI: Harga Pangan dan Bahan Pokok Terus Naik di H+3 Ramadan

Beberapa komoditas tersebut, kata dia, masih terus dipantau sampai detik ini lantaran masih cukup tinggi harganya.

Warta Kota/ Junianto Hamonangan
Minyak goreng curah dan kemasan di Pasar Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara berjalan normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Harga pangan kebutuhan pokok di bulan suci Ramadan semakin meningkat.

Beberapa komoditas terpantau masih cukup tinggi dan belum bisa turun.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Sekjen DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan buka suara terkait hal itu.

"Harga pangan pada H+3 ramadan 2022 ini, beberapa komoditas yang terpantau masih cukup tinggi dan belum bisa turun," ucapnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Berikut Ini Tahapan Kenaikan Permintaan dan Harga Bahan Pokok Menjelang Ramadan Menurut DPP IKAPPI

Baca juga: Dinas KPKP DKI Jakarta Perkirakan Harga Pangan Bakal Naik Hingga 40,35 % Menjelang Idul Fitri 1443 H

Berdasarkan data dari IKAPPI, harga minyak goreng berada diangka Rp 19.500 per liter, harga telur dari Rp 22.000 per kilogram (kg) melonjak menjadi Rp 25.300.

Harga Bawang merah juga melambung dari Rp 33.000 per kg ke Rp 37.000, dan bawang putih dari Rp 30.000 per kg melonjak jadi Rp33.500.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Buruh Demo di Depan Gedung DRP Tuntut Harga Bahan Pokok turun

"Gula pasir yang barangnya kadang langka juga naik dari Rp13.500 kg ke Rp14.500. Daging ayam dari Rp39.000 per kg naik ke Rp40.200 per kg," ucapnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/4/2022).

Sedangkan, untuk harga daging sapi juga melambung dari Rp140.000 ribu ke Rp143.000. Harga tepung juga naik dari Rp7.500 per kg menjadi Rp9.000.

Harga bawang merah masih melonjak dari Rp33.000 per kg ke Rp37.000, bawang putih juga naik dari Rp30.000 per kg. Cabai rawit merah juga terpantau tinggi di kisaran Rp60.000 per kg.

Baca juga: HET Minyak Goreng Dicabut, IKAPPI: Kenaikan Harga Sudah Tak Terbendung

Beberapa komoditas tersebut, kata dia, masih terus dipantau sampai detik ini lantaran masih cukup tinggi harganya.

Karenanya pihaknya masih terus mendorong agar pada fase kedua menjelang Idul Fitri tidak ada kenaikan yang signifikan.

"Beberapa komoditas yang terpantau tinggi ini kami menganalisa akan ada penurunan karena biasanya fase pertama berhenti itu akan ada penurunan," ungkap dia.

Baca juga: Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Kota Bekasi Masih Stabil, Ini Rinciannya

Nantinya, setelah satu pekan ramadan ini setelah masuk puasa 1 minggu akan ada penurunan pembelian daya beli masyarakat dan akan ada penurunan permintaan.

"Penurunan permintaan ini akan naik lagi satu minggu menjelang Idul Fitri ini yang masuk fase kedua. Jadi, kami minta kepada pemerintah untuk mengeluarkan seluruh daya dan upaya dalam proses pelaksanaan penurunan harga pangan sehingga menjelang ramadan tidak terlampau tinggi," tutup dia.(m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved