Senin, 20 April 2026

Batik Gobang Jakarta

Ethys Mayoshi Angkat Ciri Khas Betawi ke Dunia Internasional Lewat Batik Gobang Jakarta

Ethys Mayoshi, pemilik Batik Gobang Jakarta meyakini akan berhasil mendobrak dunia internasional lewat desain khas Betawi.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Owner Batik Gobang Jakarta, Ethys Mayoshi, sudah berulang kali ke Negara Eropa untuk memperkenalkan batik ciri khas Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Batik Gobang Jakarta sudah mendunia dengan memperkenalkan corak batik khas betawi yaitu ondel-ondel dan gigi balang.

Owner Batik Gobang Jakarta bernama Ethys Mayoshi sudah berulang kali ke Negara Eropa untuk memperkenalkan batik ciri khas Jakarta.

Lalu bagaimana awal mula berdirinya Batik Gobang, Tim Warta Kota berhasil mewawancarai secara ekslusif Ethys di rumahnya kawasan Perumahan Intercon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Baca juga: Ariza Bangga Aplikasi JAKI Raih Penghargaan Digital Innovation Award 2022

Mayoshi merupakan warga asli Tegal, Jawa Tengah dan pertama kali ke Jakarta pada tahun 2002 silam.

Namun, pertama kali injakan kaki di ibu kota, ia tidak langsung menjadi pengusaha batik, tapi ia bekerja disalah satu perusahaan.

Kebetulan wanita ini pada saat itu baru saja lulus kuliah dan memutuskan untuk mengadu nasib di Jakarta.

Sembilan tahun kemudian, karena kebutuhan ekonomi terus meningkat dan Mayoshi tidak lagi bekerja, ia bingung harus mencari uang ke mana.

Baca juga: Sengsarakan Rakyat, Ikatan Mahasiswa Nusantara Minta Polri Tangkap Mafia di Balik Kelangkaan Migor

Namun berkat campur tangan Tuhan, wanita berparas manis ini dibukakan pintu rezeki karena tahun 2009 lalu ada salah satu rekannya di Malaysia memesan batik dalam jumlah besar.

"Saya disuruh cariin batik untuk dikirim ke Malaysia, saya enggak tahu kalau pada tahun itu Malaysia mau klaim batik-batik Indonesia sebagai karya mereka," tegasnya Sabtu (2/4/2022).

Setelah mengirim batik ke Malaysia, temannya tidak langsung membayar dan setelah beberapa Minggu berselang, ternyata ia menerima keuntungan puluhan juta.

Hal ini pun membuat dirinya tergiur untuk meneruskan usaha batik dan ia mencoba untuk menjualnya ke sejumlah temannya.

Baca juga: Akibat tak Bayar Pajak, Perum Karawang Baru Milik Tommy Soeharto Jadi Kota Mati

Kebetulan wanita berpakaian serba hitam ini memiliki teman mulai dari kalangan menengah ke bawah sampai ke pejabat.

Mayoshi kemudian mencoba menuangkan ide-ide dalam sebuah gambar dan kemudian karyanya itu di lukis dalam kain yang dijadikan batik.

"Awalnya saya itu general ya tidak fokus ke batik betawi, tapi setelah saya dalami budaya betawi, flora dan fauna serta pembangunan, maka saya memutuskan untuk fokus batik betawi," jelasnya.

Pada tahun 2013, ia memulai untuk menekuni batim betawi dan icon yang ada di Jakart dimasukan dalam karya batiknya.

Baca juga: Karina Suwandi Akui Sukses Jadi Aktris Berkat Main Sinetron Bareng Warkop DKI

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved