Minggu, 12 April 2026

Virus Corona

Epidemiolog:Endemi Bukan Keberhasilan, yang Harus Kita Tuju Adalah Terkendali

Ia pun menjelaskan istilah terkendali adalah tidak ada kasus selama berbulan-bulan, misalnya 3-4 bulan.

AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengingatkan masyarakat tak menganggap endemi adalah situasi yang baik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengingatkan masyarakat tak menganggap endemi adalah situasi yang baik.

"Jangan terjebak menganggap endemi baik, menganggap bahwa endemi itu tidak berbahaya."

"Menganggap bahwa endemi satu keberhasilan. Tidak, yang harus kita tuju adalah terkendali, atau setidaknya sporadis," ujar Dicky kepada Tribunnews, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Pemecatan Terawan Berawal dari Terapi Cuci Otak Sejak 2013, Dianggap Langgar Kode Etik oleh IDI

Ia pun menjelaskan istilah terkendali adalah tidak ada kasus selama berbulan-bulan, misalnya 3-4 bulan.

Kalau pun ditemukan kasus, maka jumlahnya kecil dan tidak menyebabkan kematian.

Orang yang terinfeksi juga tidak sampai dirawat ke ICU. Kondisi seperti ini lah yang harus dicapai oleh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Bersyukur Hukumannya Diperberat, Angelina Sondakh: Sekarang Saya Tidak Butuh Barang Bermerek

"Itu yang harus kita kejar."

"Makanya setiap penyakit menular, disebabkan programnya pengendalian penyakit menular, bukan pengendalian endemi," tegasnya.

Status endemi, lanjut Dicky, bukan berarti semua masalah berakhir.

Baca juga: Sambut Baik Tawaran Mediasi Menteri Kesehatan, PB IDI: Apakah Terawan Berkeinginan?

Bahkan, endemi tetap menimbulkan masalah serius. Hal ini jika dilihat pada kasus HIV dan demam berdarah yang menyebabkan kematian hingga jutaan orang.

Juga, berdampak pada banyak situasi sosial dan ekonomi. Karena itu, yang harus dituju oleh masyarakat harus diganti, yakni dari endemi menjadi terkendali.

Dan endemi, beber Dicky, tidak bisa dikendalikan. Meskipun karakter sebagian negara telah menjadi endemi, tapi tidak semua negara seperti itu.

Baca juga: Bukan Nasdem, PKB Jadi Perahu Politik Baru M Taufik Setelah Hengkang dari Gerindra

"Tapi perlu menjadi catatan jika status ini tidak bersifat statis, namun berubah-ubah."

"Ada kemungkinan ledakan bisa terjadi saat berstatuskan endemi. Hal ini terjadi jika status memburuk," terangnya. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved