Rabu, 22 April 2026

Abu Batu Bara

Rusmana Tetap Bersih-bersih meski Mata Perih Akibat Polusi Debu Batu Bara

Polusi akibat abu batu bara di Marunda, Jakarta Utara, sangat meresahkan warga. Mereka harus bertahan meski berat.

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Rusmana, petugas kebersihan di SMPN 290 Jakarta harus bekerja dengan polusi abu debu batu bara di Marinda. Ini membahayakan kesehatannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rusmana (27), pria yang sehari-harinya bertugas membersihkan ruangan sekolah SMPN 290 Jakarta kerap menahan mata perih, imbas polusi debu batu bara yang berasal dari aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Marunda.

Selain mata perih, Rusmana juga harus mengepel lantai sekolah sebanyak empat kali dalam sehari.

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy: Saat ini Kebenaran Datang dari Banyaknya Follower, Like dan Upload Ulang

Dirinya mulai membersihkan lantai dengan kain pel mulai pukul 05.00 WIB, kemudian kisaran pukul 10.00 WIB, lalu pukul 12.00 WIB, dan sore pukul 15.00 WIB.

Menurut Rusmana, lantai yang terkena debu baru bara tak akan bersih jika hanya disapu.

"Itu setiap hari. Kalau parahnya dulu tahun 2018. Dalam setahun itu dua kali, paling parahnya saat angin barat, di bulan Desember," ujarnya saat ditemui Warta Kota di lokasi, Selasa (29/3/2022).

Menurut Rusmana, saat ini peningktan debu batu bara mulai terasa pula.

Debu yang halus menjadi pemandangannya setiap hari.

Baca juga: Pemprov DKI Pastikan Lounge In The Sky sudah Kantongi Izin dari BKPM

Terkadang, Rusmana merasakan sesak ketika berhadapan dengan debu polusi.

Namun, ia bertahan demi tugas dan demi kenyamanan siswa siswi.

"Harapan saya semoga cepat ditindaklanjuti, supaya tidak berat di saya dan tidak ada yang sakit karena debu ini," sambungnya.

Polusi debu batu bara yang berasal dari aktivitas bongkar muat di pelabuhan Marunda membuat sekolah luar biasa negeri 8 Jakarta terkena imbasnya.

Posisi sekolah itu tak jauh dari sekolah yang seatap dengan SD Negeri 05 Marunda, dan SMP Negeri 290 ini.Di SLBN (sekolah luar biasa negeri) 8 Jakarta terdapat 130 siswa, yang terdiri tingkat SDLB, SMPLB, hingga SMALB.

Di dalamnya, ada beberapa anak berkebutuhan khusus baik tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan autis.

Seperti diketahui, debu batu bara berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Kemudian, bagaimana nasib 130 siswa siswi luar biasa yang sekolah di SLB N 8 Jakarta?

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved