Aksi Terorisme

Densus 88 Dalami Keterkaitan NII dengan Jamaah Islamiyah

Ramadhan menuturkan, terduga teroris tersebut ditangkap di tempat terpisah di wilayah Dharmasraya dan Tanah Datar.

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri terus membongkar struktur jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di tingkat pusat dan daerah, usai meringkus 16 anggota NII di Sumatera Barat.

"Penyidik masih mengembangkan hasil penangkapan kemarin, dan masih terus dilakukan penyelidikan terhadap kelompok-kelompoknya," uajr Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Selasa (29/3/2022).

Aswin menjelaskan, pihaknya juga masih mendalami keterkaitan anggota NII dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Baca juga: Kadiv Humas: 98 Persen Belanja Barang-barang Polri Menggunakan Produk Dalam Negeri

NII disebut merupakan cikal bakal berdirinya jaringan teroris JI di Indonesia.

"Sedang kami dalami. Nanti akan kami update perkembangannya," ucap Aswin.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri meringkus 16 terduga teroris di Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: KRONOLOGI Dua Marinir Gugur Diserang KST Papua Pakai Granat dan Pelontar Hasil Rampasan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ke-16 terduga teroris tersebut ditangkap pada Jumat (25/3/2022) kemarin.

"Densus 88 melakukan penangkapan terhadap 16 tersangka teroris di wilayah Sumbar," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Sabtu (26/3/2022).

Ramadhan menuturkan, terduga teroris tersebut ditangkap di tempat terpisah di wilayah Dharmasraya dan Tanah Datar.

Baca juga: Desak Yaqut Cholil Qoumas Diproses Hukum, Novel Bamukmin: Lebih Parah dari Sukmawati

"Terdiri dari 12 tersangka di wilayah Dharmasraya, dan empat tersangka di wilayah Tanah Datar," jelas Ramadhan.

Namun demikian, kata Ramadhan, pihaknya belum merinci jaringan kelompok teroris yang ditangkap di Sumbar tersebut.

"Jaringannya belum terinfo," ucapnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved