Warta Pendidikan
Lewat Program Cakap Digital, Dua SMK Ini Optimalkan BKK untuk Salurkan Lulusan ke Dunia Kerja
SMKN 3 Yogyakarta dan SMKN 7 Surakarta merupakan peserta program SMK Cakap Digital yang telah diselenggarakan pada akhir tahun 2021 lalu.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kondisi persaingan dan perkembangan dunia kerja yang begitu cepat membutuhkan kontribusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, berdaya saing, dan siap bekerja secara profesional.
Melalui pendidikan vokasi/SMK, lulusan diproyeksikan untuk siap bekerja.
Namun untuk mencapai hal tersebut, keselarasan antara SMK dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui MoU/ kerja sama saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh.
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai komponen penting dalam mengukur keberhasilan pendidikan di SMK, karena BKK menjadi lembaga yang berperan mengoptimalkan penyaluran tamatan SMK dan sumber informasi untuk pencari kerja.
Baca juga: Terapkan Link and Match, Dua SMK Ini Ciptakan Produk Unggulan Berbasis Usaha dan Industri
BKK merupakan lembaga yang dibentuk di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dan Swasta, sebagai unit pelaksana yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pelaksana pemasaran, penyaluran dan penempatan tenaga kerja, merupakan mitra Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
SMKN 3 Yogyakarta atau “SKAGATA”, mempunyai BKK sebagai unit penyalur tenaga kerja yang bonafit dan terpercaya di lingkungan SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bergerak menyalurkan lulusan SMKN 3 Yogyakarta dan lulusan SMK,SMU Negeri dan swasta dari DIY maupun luar DIY pada umumnya, para lulusan mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan antara lain: PT Balai Yasa-BUMN (Yogyakarta), PT Cipta Piranti Teknik (Jakarta), PT Bumi Cikarang Steel (Cikarang), PT Banshue Manufacture (Bekasi), dan lain-lain.
“Lulusan SMKN 3 Yogyakarta pada tahun 2020, terserap 63% ke industri, 7% menjadi wirausaha dan 10% melanjutkan pendidikan. Hal ini menunjukkan, bahwa dengan adanya BKK dapat membantu para lulusan SMK untuk mendapatkan pekerjaan di dunia usaha/industri sesuai dengan bidang kompetensi yang ditekuni,” ujar B. Sari selaku Kepala Sekolah SMKN 3 Yogyakarta melalui keterangan tertulis Dyandra Academy, Sabtu (26/3/2022)
Baca juga: Melalui Program TMT+ Dyandra Academy, SMKN 1 Kempas Menciptakan Bibit Unggul Petani Milenial
SKAGATA mempunyai delapan kompetensi keahlian di antaranya: Bisnis Konstruksi dan Properti, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Audio Video, Teknik Komputer Jaringan, dan Multimedia.
Selain memiliki kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir, SKAGATA juga merupakan sekolah yang memiliki beberapa prestasi.
Seperti siswa-siswi yang berprestasi menjadi juara 2 Robotic tingkat Provinsi, juara 2 Wall and Floor Tiling tingkat Provinsi, dan juara 3 Cloud Computing Club Competition DIY. Kategori guru pun tidak kalah berprestasi, menjadi juara 1 Favorit Anugerah Pena IGI tingkat Nasional, juara 2 Inovasi Pembelajaran tingkat Kota, dan juara 3 MTQ tingkat Kota.
Selanjutnya di wilayah Jawa Tengah, SMKN 7 Surakarta juga merasakan manfaat dari program BKK, SMKN 7 Surakarta mencatatkan lulusan pada tahun 2020 terserap sebanyak 40% ke industri, 30% wirausaha, dan 30% melanjutkan pendidikan.
Baca juga: E-Sports Masuk Sekolahan, RRQ Academy Buka Kelas Esport di Sekolah Stella Maris
Sekolah yang terletak di Kerten Laweyan Surakarta ini, mempunyai 6 (enam) kompetensi keahlian di antaranya: Pekerjaan Sosial, Kuliner, Perhotelan, Usaha Layanan Wisata (ULW), Broadcasting dan Perfilman (BCF), dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kompetensi keahlian pekerjaan sosial menjadi jurusan yang dipilih untuk program sekolah pusat keunggulan.
Untuk mendukung program SMK Pusat Keunggulan tentu jurusan tersebut memiliki beberapa sarana dan prasarana mendukung seperti terdapat sarana care service/caregiver yang berfungsi sebagai pendampingan balita, lansia, disabilitas, dan korban penyalahgunaan NAPZA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/siswa-sekolah-smkn-3-yogyakarta.jpg)