Kamis, 23 April 2026

Aksi Terorisme

Densus 88 Temukan Bukti Buku Bertema Jihad dari Rumah Terduga Terorisme Jaringan ISIS 

Dari sejumlah barang bukti yang disita pihak Densus 88 Antiteror didapati sebuah buku bacaan bertemakan jihad. 

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/ Rizki Amana
Lokasi rumah di kawasan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangsel yang digeledah pihak Densus 88 Antiteror pada beberapa waktu yang lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Beberapa waktu yang lalu pihak Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri menangkap sejumlah pelaku terorisme jaringan ISIS. 

Seorang terduga teroris yang ditangkap itu merupakan warga dari RT 03/03, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Yusuf Supriadi (33) selaku Ketua RT setempat mengatakan warga dari wilayahnya yang ditangkap itu merupakan remaja laki-laki usia 25 tahun bernama Rudy. 

Baca juga: Warga Rawa Mekar Jaya Tangsel yang Dibekuk Densus 88, Sudah Dua Kali Diciduk Terkait Terorisme

Dirinya mengaku mengetahui penangkapan tersebut usai pihak Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku pada Selasa (15/3/2022).

"Iya betul penangkapan bukan di sini lokasinya, di daerah Gunung Sindur (Kabupaten Bogor). Kalau di sini cuman penggeledahan saja," kata Yusuf saat ditemui Wartakotalive.com di kawasan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (24/3/2022).

Yusuf menjelaskan, pihak Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan pada rumah pelaku tersebut. 

Baca juga: Densus 88 Sita Buku, Sangkur, dan Topi dari Rumah Terduga Teroris Jaringan ISIS di Tangsel

Kata ia, dari sejumlah barang bukti yang disita pihak Densus 88 Antiteror didapati sebuah buku bacaan bertemakan jihad. 

"Kalau enggak salah ada 5 item, yang di bawa kaya sangkur, tulis-tulisan, buku jihad," katanya. 

Selain itu, Yusuf turut meyakini terdapat senjata tajam (sajam) jenis sangkur dari kediaman pelaku. 

Sebar propaganda di media sosial

Densus 88 Antiteror Polri meringkus lima tersangka pendukung Negara Islam dan Suriah (ISIS).

Kelima tersangka itu adalah MR, HP, MI, RBS, dan DK.

Mereka ditangkap pada 9-15 Maret 2022 di lokasi berbeda-beda, yakni di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah; Jakarta Barat; Lampung; dan Tangerang Selatan.

"Iya benar (lima orang ditangkap)," ujar Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Kamis (24/3/2022).

Aswin menuturkan, kelima tersangka tergabung dalam grup 'Annajiyah Media Centre'. Grup itu diduga menyebarkan poster-poster digital terkait propaganda terorisme.

Menurutnya, pemilik grup itu adalah tersangka berinisial RBS yang ditangkap di Palmerah, Jakarta Barat pada 9 Maret lalu.

Dia diduga sebagai pendukung Daulah Islamiyah ISIS.

"Bertujuan untuk membangkitkan semangat jihad, sehingga orang yang melihat terpicu melakukan jihad amaliyah," jelasnya.

Aswin mengharapkan masyarakat berhati-hati dengan konten yang dianggap mengandung pesan terorisme di media sosial.

Masyarakat diminta tidak membagikan ulang konten-konten tersebut.

"Agar masyarakat berhati-hati dengan konten medsos yang mengandung pesan-pesan terorisme, dan jika menemukan agar tidak men-share-nya dan bisa lapor ke kantor polisi yang terdekat," beber Aswin.

Dari penangkapan ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti.

Yakni, satu buah samurai merek baton sword, buku berjudul 'Tarbiyah Jihadiyah', 'Ad-Daa' Wa Ad-Dawaa', 'Kitab Tauhid', 'Ya Mereka Memang Thogut', 'Menyambut Perang Salib Baru', dan 'Al-Wala Wal-Bara'.

Densus juga menyita satu topi hitam bertuliskan 'Tauhid', satu set Airgun CM-036 model AK-47, airgun merek PM Model Makarof, satu plastik gotri, satu gas airgun, dua kotak peluru mimis, dan sebuah senjata plastik merek D-Cobra. 

Masih Eksis

Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Irjen Marthinus Hukom mengatakan, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih memegang pengaruh terhadap jaringan teroris di Indonesia.

Pengaruh ISIS itu, kata Marthinus, masih eksis di jaringan teroris Indonesia, terlebih setelah ISIS mendeklarasikan pimpinan baru mereka menggantikan Abu Ibrahim Al-hashemi Al-Quraishi yang tewas.

"Kita melihat kemarin baru saja diumumkan ada pemimpin ISIS baru, yang baru di-declare oleh ISIS di Syria sana, untuk menggantikan pemimpin yang lama."

"Artinya mereka masih eksis sampai sekarang, mereka masih mengendalikan jaringan-jaringan mereka di seluruh Indonesia," kata Marthinus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022).

Densus 88, lanjut Marthinus, telah menangkap lima sampai enam orang yang terlibat dengan media ISIS.

Marthinus mengatakan, mereka bertugas melakukan propaganda-propaganda.

Baca juga: Panglima TNI Instruksikan Dandim Tak Amankan Proyek Apa Pun di Papua Kecuali Atas Perintah Pangdam

"Lalu kemudian mereka diperintahkan untuk menduplikasi propaganda-propaganda mereka."

"Yang tadinya dalam Bahasa Arab, kemudian untuk di-translate ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, lalu disebarkan lagi ke media sosial," ungkap Marthinus.

Kehadiran pimpinan baru, papar Marthinus, juga memberikan angin segar bagi ISIS untuk terus eksis di sejumlah negara, melalui jaringan-jaringan yang terafiliasi langsung.

"Artinya secara ideologi, secara spirit, mereka tuh masih tetap ada, walaupun di Timur Tengah mereka kehilangan teritori."

"Tapi dengan hadirnya pemimpin baru, artinya ada napas atau angin segar buat mereka untuk kembali eksis," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved