Jumat, 24 April 2026

Pencemaran Batu Bara

Pencemaran Batubara, Warga Rusun Marunda Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Selain itu, ditemukan keluhan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, penyakit kulit, iritasi mata, dan lain-lain.

Warta Kota/ Junianto Hamonangan
Puskesmas Kecamatan Cilincing membuka pos kesehatan sementara di Rusun Marunda yang terdampak pencemaran batubara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Puskesmas Kecamatan Cilincing membuka pos pelayanan kesehatan sementara, yang digelar di Rusun Marunda, Jakarta Utara bagi warga yang terdampak pencemaran batu bara.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing dr Dian Anggrainy mengungkapkan pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan terintegrasi skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dan door to door.

Pada saat skrining kesehatan di Rusun Marunda, sebagian besar warga mengeluhkan pegal-pegal pada badan, kesemutan, pusing dan beberapa ada yang batuk pilek.

Selain itu, ditemukan keluhan penyakit infeksi saluran pernafasan akut, penyakit kulit, iritasi mata, dan lain-lain.

Ada juga keluhan gatal hanya saja sebagian besar karena faktor alergi.

"Untuk diagnosis belum dapat dipastikan apakah karena dampak dari debu batu bara, karena itu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," kata Dian, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: Anies Baswedan Diminta Kirim Dokter untuk Periksa Warga Marunda yang Terdampak Pencemaran Batu Bara

Karenanya ia mengimbau warga Marunda agar menerapkan perilaku hidup CERDIK (Cek Kesehatan Secara Berkala, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Berolahraga, Diet Gizi Seimbang, Istirahat Cukup, Kelola Stres).

Sementara seorang warga, Puji Yati Ningsih (73) mengatakan dirinya mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan Puskesmas Kecamatan Cilincing agar mengetahui perkembangan kesehatannya.

Baca juga: Kelurahan Berkoordinasi dengan DLH dan KCN untuk Selesaikan Pencemaran Batu Bara di Kawasan Marunda

"Hari ini, saya mengikuti skrining kesehatan yang diadakan oleh Puskesmas Kecamatan Cilincing. Setelah diperiksa, tensi dan lain-lain hasilnya baik," tuturnya.

Pada kesempatan itu warga Rusunawa Marunda Blok A mengharapkan agar pencemaran batubara di wilayah Marunda dapat segera teratasi oleh pemerintah.

Baca juga: KPAI Kecam Pencemaran Batu Bara di Marunda yang Sangat Meresahkan, Bisa Fatal bagi Anak

Baca juga: Warga Keluhkan Pencemaran Batu Bara, KSOP Marunda Pastikan Bukan dari Pelabuhan

Pasalnya debu batubara masih terlihat di area Rusun Marunda karena masih berproses menuju perbaikan meski PT KCN sudah diberikan sanksi administratif.

"Sampai saat ini debunya juga masih ada apalagi kalau pas nyapu diluar ataupun didalam rumah pasti banyak debunya," ujarnya. (jhs)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved