Pandemi Virus Corona

Pemprov DKI Mulai Lega, Kasus Aktif Covid-19 Anjlok, Ruang Rawat Longgar

Kini rakyat Indonesia boleh lega, kasus Covid-19 perlahan tapi pasti mulai menurun. Rakyat pun sudah bisa aktivitas normal.

Tribunnews.com
Ilustrasi pasien Covid-19 - Kasus aktif di DKI Jakarta kini turun drastis. Aktivitas pun kembali normal. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebut, berdasarkan data terkini jumlah kasus aktif di Jakarta per Senin (21/3) turun sejumlah 964 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 11.364 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Dinkes DKI Jakarta mencatat, dilakukan tes PCR sebanyak 13.981 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 12.582 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 862 positif dan 11.720 negatif.

Baca juga: Ariza Meyakini Pemprov DKI Bersih Korupsi, Buktinya Skor Instrumen Pencegahan Korupsi Meningkat

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 17.985 orang dites, dengan hasil 617 positif dan 17.368 negatif. Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

"Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta," ucap Dwi melalui keterangan tertulisnya yang dikutip, Selasa (22/3/2022).

Diketahui, kasus aktif adalah orang yang sedang menjalani perawatan Covid-19 baik di rumah sakit dan isolasi mandiri ataupun terpusat.

Dwi menjelaskan bahwa dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.202.740 dengan tingkat kesembuhan 97,8 persen, dan total 15.093 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen.

Baca juga: Haris Azhar dan Fatia akan Uji Penetapan Tersangka Laporan Luhut Binsar Pandjaitan

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 12 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tutup Dwi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved