Sabtu, 11 April 2026

Berita Nasional

Komunitas UMKM Tangsel: Pemilu Bisa Ditunda, Tapi Urusan Perut Jangan Coba-coba

Komunitas UMKM Tangsel: Pemilu Bisa Ditunda, Tapi Urusan Perut Jangan Coba-coba. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Komunitas pelaku UMKM Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Wacana penundaan Pemilu yang dihembuskan sejumlah elit politik turut memantik reaksi kalangan masyarakat bawah. 

Komunitas pelaku UMKM Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), salah satunya.

Mereka khawatir, Pemilu membuat para elit abai terhadap nasib rakyat yang sedang berjuang di tengah krisis akibat pandemi. 

"Kalau bisa jangan mikir Pemilu dululah. Pikirkan nasib kami ini, buat makan aja susah," kata Wikram Pranata Ketua Komunitas UMKM Tangsel pada Rabu (16/3/2021).

Menurutnya, Pemilu yang biasa dilaksanakan lima tahun sekali acapkali menguras energi segenap bangsa untuk berkampanye. Terlebih, ia mendengar pada tahun 2024 juga akan dilaksanakan Pilkada serentak di seluruh daerah. 

"Tak masalah Pemilu, tapi pulihkan dulu ekonomi. Sekarang lihat sendiri kan minyak goreng langka, harga-harga naik, banyak yang nganggur," ujarnya.

Dia, mengatakan jauh hari sebelum pelaksanaan Pemilu biasanya elit partai politik mulai sosialisasi kepada masyarakat. Mereka tak segan memasang gambar foto calon presiden hingga ke pemukiman warga.

Baca juga: Amien Rais: Akar Berbagai Masalah yang Kita Hadapi Berasal dari Lurah Indonesia, Jokowi

Baca juga: Ibas Dicerca usai Salurkan Minyak Goreng Murah, Demokrat Heran, Singgung Ketidakbecusan Pemerintah

“Sekarang sudah banyak di jalan-jalan. Kok tega ya, nampang foto besar-besar saat rakyat susah, ini kayak nontonin penderitaan kami,” ungkap Wikram. 

Ia, menilai keberadaan gambar tersebut tidak peka terhadap kondisi yang diderita masyarakat. Padahal seharusnya, sambung Wikram, elit politik bersatu padu mencari solusi agar ekonomi segera pulih. 

Hal senada disampaikan Yusanti. Ia pesimistis pelaksanaan Pemilu di tengah kondisi pandemi bisa mengubah keadaan dengan cepat.

Selain pemulihan ekonomi butuh waktu, dampak Pemilu seringkali membuat masyarakat terbelah. 

“Sudah dua tahun babak belur, gak tahu ini sampai kapan. Kami butuh ketenangan, jangan lagi dibawa urusan dukung mendukung,” jelasnya. 

Baca juga: HET Minyak Goreng Kemasan Dicabut, Kecuali Curah Harus Dijual Rp 14 Ribu Per Liter

Baca juga: Luhut Klaim 110 Juta Rakyat Ingin Pemilu Ditunda, Masinton: Sumbernya Big Data Apa Big Mouth, Sih?

Pemilik usaha Catering ini menceritakan, sejak pandemi omsetnya terus menurun. Pendapatannya bahkan tak mampu menutupi belanja modal dan biaya operasional sehari-hari. 

“Teman saya sudah banyak yang gulung tikar. Saya jalani saja selama masih ada sisa waktu kontrakan,” ungkapnya. 

Yusan berharap, pemerintah dan segenap elit politik tidak mengedepankan ego dengan memaksakan Pemilu sebelum ekonomi masyarakat benar-benar pulih. 

“Istilahnya lagi susah diajak pemilu, tidak nyambung,” pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved