Virus Corona

Ada Lima Fase dari Pandemi Menuju Endemi, Dokter Reisa Bilang Indonesia Ada di Tahap Kedua

Ia mengungkapkan, masing-masing negara memilih melonggarkan kebijakan, tergantung kondisi dan cakupan vaksin Covid-19.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, masing-masing negara memilih melonggarkan kebijakan, tergantung kondisi dan cakupan vaksin Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Beberapa negara telah mendeklarasikan diri dari pandemi menuju endemi.

Misalnya Malaysia, pada 21 April mendatang bakal membuka perbatasan negara.

Begitu juga dengan Vietnam, Thailand, Arab Saudi, dan beberapa negara di Eropa.

Baca juga: PNS yang Diciduk Densus 88 di Tangerang Berperan Ajukan Nama-nama Anggota Jamaah Islamiyah

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro.

Ia mengungkapkan, masing-masing negara memilih melonggarkan kebijakan, tergantung kondisi dan cakupan vaksin Covid-19.

"Di Indonesia sendiri, strategi dari pandemi menjadi endemi sebagaimana yang Pak Presiden memberi tahu, bahwa kita harus mempertimbangkan dengan hati-hati," ujarnya pada siaran Radio RRI, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 21 Maret 2022: Level 4 Tambah Jadi Tujuh Kabupaten/Kota

Strategi itu tidak hanya mempertimbangkan sisi sains dan kesehatan saja, tapi juga dari sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya, sehingga lebih tepat arah keluarnya.

Menurut Reisa, pandemi penyakit menular sebenarnya akan ada lima fase.

Pertama, pandemi itu sendiri, ditandai dengan terjadinya peningkatan jumlah kasus tidak terduga, dan menyebar ke wilayah geografis global.

Baca juga: Tidak Dibolehkan Ikut Konvoi Bareng Pembalap MotoGP Mandalika, Jokowi Lemas

Fase kedua adalah deselerasi. Terjadi penurunan jumlah kasus baru secara global, di mana ada dua faktor mengubah tren penurunan, yakni varian baru dan imunitas.

Ketiga, endemi. Terdapat penyebaran penyakit secara konsisten.

Ada, tapi hanya terbatas pada wilayah tertentu.

Baca juga: Sulit Deteksi Kasus Positif, Epidemiolog Sarankan Pemerintah Tunda Penghapusan Syarat Tes Covid-19

Situasinya berada pada level yang tidak menganggu kehidupan publik, dapat diprediksi dan bersifat stabil.

Keempat, fase eliminasi, terjadi penurunan hingga nol kasus pada satu satu wilayah tertentu. Hal ini dikarenakan sebagai hasil intervensi yang terus dilakukan.

Fase terakir adalah eradikasi, tidak ada lagi kasus yang ditemukan. Penyakit ini hilang secara permanen di seluruh dunia, sehingga tidak diperlukan intervensi apa pun.

Baca juga: Tamu yang Ingin Bertemu Jokowi Masih Tetap Diwajibkan Tes PCR, Tak Boleh Antigen

"Kalau Indonesia? Allhamdulillah tren penurunan tampaknya sudah siap ke fase deselerasi, sebelum endemi, tapi satu tahap setelah pandemi," jelas Reisa.

Oleh karena itu, melihat situasi ini, mulai ada beberapa pelonggaran masyarakat yang sudah diberlakukan. Tren saat ini semakin membaik, terkait penanganan kasus. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved