Asuransi
Asuransi Unit Link Allianz Tumbuh 12,7 Persen, Ini Hal Penting Saat Memilih Unit Link
Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemegang polis saat memilih asuransi unit link.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM - Produk asuransi menjadi salah satu bentuk perlindungan diri untuk masyarakat di masa depan. Apalagi di kondisi pandemi seperti saat ini yang berdampak pada krisis finansial dan kesehatan, baik fisik maupun mental.
Namun masyarakat sebaiknya terlebih dahulu memahami jenis, manfaat, hingga risiko dari produk asuransi yang akan dibelinya.
Pada dasarnya asuransi adalah produk perlindungan, seperti asuransi umum dan asuransi jiwa. Namun, ternyata ada juga produk asuransi yang digabungkan dengan investasi bernama unit link.
Head of Investment Communication and Fund Development Allianz Life Indonesia, Meta Lakhsmi Permata Dewi mengatakan, adapun produk unit link merupakan produk yang menggabungkan asuransi dan investasi dalam satu produk. Produk tersebut memberikan perlindungan jiwa, kesehatan, sakit kritis dan payor benefit sekaligus menginvestasikan premi yang dibayarkan ke pasar modal berupa saham, obligasi, atau pasar uang.

“Dari sisi asuransi, kita lihat jenis asuransinya banyak. Asuransinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan dari sisi investasinya itu adalah kombinasinya, itu sebagai nilai tambah untuk mencapai tujuan keinginan nasabah,” ungkap Meta saat media briefing virtual, Selasa (15/3/2022).
Menurut Meta, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemegang polis saat memilih asuransi unit link. Pertama, tujuan apa yang ingin dicapai oleh calon nasabah dalam memilih produk asuransi unit link. Apa tujuan yang kita ingin capai dengan membeli unit link ini.
"Selanjutnya adalah tentukan jangka waktu dari polis yang akan dimiliki oleh calon nasabah. “Berapa lama polis ini akan kita miliki dan berapa lama tujuan yang akan kita capai,” sebut Meta.
Ketiga adalah profil resiko untuk menentukan bagaimana kenyamanan yang akan didapatkan. Meta menjelaskan, pada profil risiko dibagi lagi menjadi tiga jenis, yakni konservatif dengan risiko kecil dan cenderung aman.
Kemudian kategori moderat dengan ada sedikit risiko yang lebih tinggi meski bisa ditoleransi dan imbal hasil yang lebih tinggi.
Terakhir, kategori agresif dengan risiko yang lebih tinggi tapi juga akan mendapat imbal hasil yang lebih tinggi.

"Ini penting pada saat kita memilih unit link bukan hanya coverage tentang perlindungan dari asuransi, tapi profil risiko apa yang akan kita pilih, dan ini di Allianz Life Indonesia sudah dilakukan sejak awal nasabah memilih produk asuransi," kata Meta.
Asuransi unit link tumbuh
Di kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, produk asuransi unit link mengalami pertumbuhan 12,7 persen pada tahun 2021.
Karin menyebutkan, sampai akhir 2021, produk unit link di Allianz menyokong 93,1 persen dari total premi yang dikumpulkan perusahaan.
"Total premi perusahaan sebanyak Rp 19,7 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 18,4 triliun merupakan premi dari unit link, ini mengalami kenaikan 12,7 persen dari tahun sebelumnya," jelas Karin.