Bulan Suci Ramadan
Kapan Batas Bayar Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Kapan batas membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu? Berhubung sekarang masuk bulan Syaban, saat yang tepat qadha puasa.
Penulis: Dian Anditya Mutiara | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bagi yang masih utang puasa Ramadhan tahun lalu, masih ada kesempatan qadha puasa di bulan Syaban 1443 Hijriah.
Puasa Qadha dapat dilaksanakan kapan saja, kecuali di Bulan Ramadan.
Puasa Qadha adalah puasa wajib, yang dilaksanakan untuk mengganti utang puasa Ramadan tahun lalu.
Kapan batas waktu membayar puasa Ramadhan tahun lalu?
Batas waktu melaksanakan Puasa Qadha ada di Bulan Syaban, karena setelah itu masuk bulan Ramadhan.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan keuntungan bagi yang hendak melaksanakan puasa ganti di bulan Syaban.
Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis Dibareng Qadha Puasa Ramadhan, Ini Alasan Rasulullah Rutin Melaksanakannya
Lantas bagaimana bacaan niatnya? Simak ulasan berikut.
"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban hari Senin, otomatis dapat tiga, puasa qadha lunas satu hari, puasa sunah syaban dapat, puasa hari Senin dapat," jelas Ustadz Abdul Somad melalui ceramahnya yang diunggah di YouTube Kun Ma Alloh.
Meski bisa mendapat tiga keuntungan itu sekaligus, lanjut UAS, orang yang hendak membayar puasa tidak perlu mengucapkan niat satu per satu untuk masing-masingnya.
Tapi, cukup diniatkan untuk satu saja, yakni niat untuk qadha puasa Ramadhan.
"Niatnya satu aja, saya niat puasa qadha. Otomatis dapat tiga. Jadi enggak perlu niatnya tiga," ujar UAS.
Niat Puasa Qadha
Niat puasa Qadha Ramadan harus diucapkan sebelum waktu subuh.
Boleh dibaca pada malam hari sebelum besoknya berpuasa.
Adapun bacan niat Puasa Qadha adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa
Artinya :
"Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadan karena Allah Ta'ala".
Hukum jika lalai bayar utang Puasa hingga waktu Ramadan tiba
Ustadz Abdul Somad menjabarkan bahwa, seseorang itu masih bisa membayarkan utang puasanya setelah bulan Ramadhan tahun ini berakhir.
Akan tetapi, tanggungannya jadi bertambah untuk qadha yang dilakukan setelah Ramadhan tahun ini berakhir.
"Kalau sampai Ramadhan (tahun ini) dia belum men-qadha juga ? maka dia dapat qadha setelah Ramadhan plus fidyah. Fidyah apa ? memberi makan fakir miskin selama satu hari," ujar UAS.
"Bukan satu kali makan, tapi satu hari makan. Paling tidak tiga kali, makan pagi, siang, makan malam," sambung UAS.
Baca juga: 4 Amalan Terbaik Dilakukan Pada Bulan Syaban, Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Keutamaan Bulan Syaban
Berikut keutamaan Bulan Syaban, dirangkum dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang diunggah oleh YouTube TAMAN SURGA. NET:
1. Bulan yang banyak dilupakan orang
Ustadz Abdul Somad menjelaskan beberapa keutamaan Bulan Sya'ban.
Pertama, UAS menyebutkan sebuah hadist yang menceritakan sahabat Nabi, Usamah bin Zaid datang kenapa Rasulullah SAW.
Usama bin Zaid bertanya, mengapa Rasulullah banyak melaksanakan puasa di bulan Sya'ban.
"Rasulullah SAW menjawab, 'karena Bulan Sya'ban banyak dilupakan orang'. Beribadah saat banyak orang lupa besar pahalanya, contohnya sholat tahajud," jelas UAS.
2. Bulan dimana Allah SWT mengangkat amal manusia
Alasan lain Rasulullah SAW banyak berpuasa di Bulan Sya'ban adalah karena di bulan Syaban, amal selama setahun diperiksa dan diangkat.
"'Aku suka saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa'," jelas UAS menerjemahkan hadist.
Adapun hadist yang dijelaskan Ustadz Abdul Somad tersebut adalah:
Dari Usamah bin Zaid R.A, ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, kenapa aku tidak pernah melihat Anda berpuasa sunah dalam satu bulan tertentu yang lebih banyak dari bulan Sya’ban? Beliau SAW menjawab:
“Ia adalah bulan di saat manusia banyak yang lalai (dari beramal shalih), antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di saat amal-amal dibawa naik kepada Allah Rabb semesta alam, maka aku senang apabila amal-amalku diangkat kepada Allah saat aku mengerjakan puasa sunah.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah. Ibnu Khuzaimah menshahihkan hadits ini)
3. Malam pengampunan dosa
Keutamaan bulan Syaban lainnya disebutkan Ustadz Abdul Somad yaitu, malam Nisfu Syaban.
"Di malam itu, Allah memberikan perhatian khusus pada manusia. Allah ampunkan semua dosa pada malam Nisfu Syaban, kecuali dua orang," kata UAS.
Siapa kah dua orang itu?
"Hanya dua orang yang tidak diampuni. Pertama musyrik, orang yang mempersekutukan Allah dengan benda, mempersekutukan Allah dengan manusia, maka tidak diterima Allah doanya. Kedua, orang yang berkelahi dan belum berdamai," jelas UAS. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bacaan-niat-qadha-puasa-ramadhan.jpg)