Perang Rusia Ukraina
Perang Rusia Ukraina, Badan Sandi dan Siber Negara Minta Warga Tetap Netral
Badan Sandi dan Siber Negara minta agar aktivitas warga di ruang siber hendaknya selaras dengan sikap politik negara yang bebas aktif, netral
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, SAWANGAN - Invasi Rusia ke Ukraina sejak Sabtu (26/2/2022) lalu telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
Ratusan tentara dan warga sipil meninggal dunia karena konflik yang telah berlangsung selama 10 hari ini.
Tak hanya itu, jutaan warga Ukraina telah menjadi pengungsi di negara-negara tetangga.
Konflik Rusia-Ukrania saat ini telah melibatkan penggunaan ruang dan potensi siber.
Warganet (netizen) di Indonesia pun terbelah menyikapi perang ini dengan komentar-komentar yang mendukung salah satu pihak.
Terkait hal itu, Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) meminta agar aktivitas warga di ruang siber hendaknya selaras dengan sikap politik negara yang bebas aktif, netral tidak berpihak kepada siapapun.
Baca juga: Konflik Rusia dan Ukraina, Badan Sandi dan Siber Minta Netizen Indonesia Bersikap Netral di Medsos
"BSSN menghimbau kepada masyarakat & komunitas siber untuk tidak ikut melakukan aktivitas yang mendukung salah satu pihak agar Indonesia tidak terjebak dalam situasi konflik di ruang siber," kata Kepala BSSN Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian dalam Press Conference di Kantor BSSN Sawangan, Depok, Jawa Barat, Senin (7/3/2022).
Dia menambahkan perang Rusia melawan Ukraina memang menjadi isu panas karena bisa dipantau di media sosial.
Namun BSSN meningatkan kepada masyarakat agar menyesuaikan diri dengan kebijakan politik negara dalam menyikapi konflik dua negara ini.
"Kita ini kan keluarga besar bangsa Indonesia. Ada pemimpinnya, Presiden Jokowi. Apa kebijakan presiden, itu yang harus kita lakukan sampai ke bawah," tuturnya.
Menurut dia, dampak perang ini harus diperhitungkan karena sudah tidak tergantung lagi pada wilayah, ruang, dan waktu.
Baca juga: PRESIDEN Vladimir Putin Makin Nekat, Ancam Inggris dan Sebut Barat Deklarasi Perang dengan Rusia
Meskipun demikian, kita harus tetap menjunjung tinggi salah satu pilar Keamanan Siber yang sedang diperjuangkan di forum PBB yaitu Responsible State Behaviour in Cyberspace.
"Jadi sudah ada norma bagaimana kita berinteraksi di ruang siber. Boleh saya katakan urusan Rusia dan Ukraina kan urusan mereka. Dalam dunia siber, kalau kita terlibat maka kelihatan seperti terlibat langsung.Jadi kita harus hati-hati dan taat apa kata pemimpin," pungkas Hinsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ruang-siber-minta-warga-netral1.jpg)