Berita DPRD Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor Berharap Pemerintah Turut Atasi Kemacetan di Puncak

Libur panjang kerap membuat kawasan Puncak macet total. Diharapkan pemerintah turun tangan. Hal itu dikatakan Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Hironimus Rama
Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor Berharap Pemerintah Turut Atasi Kemacetan di Puncak. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor berharap pemerintah turut atasi kemacetan di Puncak.

Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor tetap menjadi buruan wisatawan di akhir pekan. Meski selalu macet wisatawan tetap mendatangi kawasan Puncak.

Baik itu wisatawan yang mengendarai motor dan mobil.

Baca juga: Rudy Susmanto Ketua DPRD Kabupaten Bogor Puji Kader Senior Menwa, Ini Kata Wagub DKI Ahmad Riza

Namun, pada libur panjang Isra Miraj, Minggu (27/2/2022) - Senin (28/2/2022) kemacetan luar biasa terjadi di Puncak.

Saking parahnya kemacetan, motor pun sulit melintasi Jalan Raya Puncak. Tidak sedikit penggendara motor dan mobil yang memilih jalur alternatif.

"Ini kemacetan terparah di kawasan Puncak sepanjang masa. Melebihi Lebaran. Harusnya ini sudah diantisipasi," kata Dedi warga Megamendung, Kabupaten Bogor.

Baca juga: Pelantikan IARMI Jawa Barat Hadir Wagub DKI, Ini Kata Rudy Susmanto Ketua Ketua DPRD Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor angkat bicara soal kemacetan parah yang terjadi pada akhir pekan ini.

Rudy berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan membantu Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengatasi kemcatan di kawasan Puncak.

Banyak jalur alternatif yang dapat dimaksimalkan untuk mengindari kemacetan di jalur utama.

"Di Puncak terdapat sejumlah jalur alternatif, tinggal bagaimana memaksimalkannya agar dapat digunakan sebagai solusi mengatasi penumpukan kendaraan. Langkah lainnya seperti membangun fly over, membangun underpass atau lainnya untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak," kata Rudy.

Terpisah, Camat Cisarua, Ivan Pramudia, mengatakan, hasil tinjauan lapangan jajarannya, ada aset jalan dan lahan milik Pemprov Jawa Barat yang terbengkalai di jalur Puncak.

Aset-aset milik Pemprov Jabar yaitu di jalan yang menghubungkan Naringgul, Desa Tugu Utara dengan Desa Batu Layang, Cisarua.

"Ada jalan yang menghubungkan Naringgul, Desa Tugu Utara dengan Desa Batu Layang, Cisarua berstatus milik Pemprov Jawa Barat yang terbengkalai, kami mohon jalan dan lahan tersebut dihibahkan ke Pemkab Bogor dan pemerintah desa setempat, hingga bisa kami bangun untuk menjadi bagian jalur alternatif utara dan bisa membantu mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak," tutur Ivan.

Menurut Ivan, panjang jalan tersebut sepanjang 3 Km dengan lebar 2,5 meter. Jalan tersebut, tambah Ivan bisa ditingkatkan melalui anggaran satu milyar satu desa (Sami Sade).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved